Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 03 NOVEMBER 2025 • 10:39 WIB

Projo Dukung Presiden Prabowo Langkah Sah dan Terhormat dalam Politik Kebangsaan

Projo Dukung Presiden Prabowo Langkah Sah dan Terhormat dalam Politik KebangsaanKetua Umum Projo Budi Arie Setiadi saat pembukaan Kongres III Projo di Jakarta. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

INDOZONE.ID - Ketua Umum PASBATA Prabowo, David Febrian Sandi mengungkapkan bahwa Projo memiliki makna yang dalam, yakni Projo adalah rakyat, Projo adalah negara. Mereka yang tergabung dalam Projo adalah rakyat yang mencintai negaranya.

Kelahiran Projo tidak dapat dilepaskan dari sosok Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), yang menjadi inspirasi dan semangat dasar gerakan tersebut. Hal inilah yang menjadi semangat perjuangan gerakan relawan itu.

“Projo lahir dari kecintaan terhadap Bapak Jokowi, itu tidak bisa dipungkiri. Fakta sejarah itu menjadi fondasi semangat perjuangan kami hingga hari ini,” ujar David dalam pernyataan resminya yang diterima Indozone, Senin (3/11/2025).

David menegaskan bergabungnya Projo dengan Partai Gerindra dalam mendukung pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka merupakan langkah sah dan terhormat dalam politik kebangsaan. Dukungan yang berorientasi pada keberlanjutan visi pembangunan nasional. 

“Jangan ada yang mencoba mengadu domba kami. Kami lahir dari Bapak Jokowi, dan hari ini kami berjuang bersama Bapak Prabowo untuk melanjutkan cita-cita besar beliau demi rakyat dan negara,” tegasnya.

Baca juga: Budi Arie Ungkap Arti Projo Bukan Pro Jokowi tapi dari Bahasa Sansekerta dan Jawa Kawi, Apa Maknanya?

Soal perubahan logo Projo, kata David, bukan tanda lupa diri, melainkan wujud kedewasaan dan kematangan organisasi. Ia menekankan bahwa Projo tetap membawa nilai-nilai Jokowi dalam melanjutkan perjuangan.

“Perubahan simbol tidak menghapus sejarah. Dengan nama Projo saja, semua orang tahu asal-usul dan semangat kami. Kami tetap membawa nilai-nilai Jokowi dalam perjuangan yang kini kami lanjutkan bersama Presiden Prabowo,” jelasnya.

David mengingatkan pihak-pihak yang masih menggiring opini dan menebar isu murahan di ruang publik. Saat ini, Pilpres sudah usai, jangan lagi habiskan energi bangsa untuk hal tak berguna.

“Sudahlah, kita sudahi semua ini. Pilpres sudah lewat. Mari kita ajari rakyat kita untuk pintar, bukan disuguhi pembodohan lewat isu-isu tak bermutu seperti ijazah dan lain-lain. Sampai kapan energi bangsa ini mau dihabiskan untuk hal yang tidak berguna?” katanya.

Ia menambahkan setiap orang memiliki kepintaran dan kemampuan masing-masing. Sekarang, sudah seharusnya energi itu disalurkan untuk kemajuan bangsa, bukan untuk saling menjatuhkan.

“Alangkah baiknya kalau kepintaran itu disumbangkan untuk negara dengan mendukung seluruh program Bapak Presiden Prabowo. Kalau kita benar-benar cinta negara dan cinta rakyat, maka ayo kita bersatu, bukan saling serang. Semua orang punya kekurangan, dan itu manusiawi. Yang terpenting adalah niat baik untuk membangun,” tutur David.

David pun menyerukan semangat rekonsiliasi dan persatuan nasional.

“Sudah saatnya kita bekerja, bukan berdebat. Mari kita dukung bersama pemerintahan Prabowo–Gibran dengan semangat gotong royong dan cinta tanah air. Karena mencintai Indonesia berarti berdiri untuk rakyatnya,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Narasumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Projo Dukung Presiden Prabowo Langkah Sah dan Terhormat dalam Politik Kebangsaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!