INDOZONE.ID - Sejumlah menteri kompak memberikan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto di tengah gempuran isu politik belakangan ini.
Lewat unggahan di media sosial, mereka menyampaikan pesan yang menyinggung soal keberanian Presiden Prabowo melawan mafia pangan, migas, hingga praktik korupsi di BUMN yang disebut belum pernah disentuh pendahulu presiden sebelumnya.
Menteri yang ikut mengunggah pesan dukungan ini antara lain Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Mereka kompak membagikan narasi yang diawali dengan, “Dear Mr. President.”
Dalam unggahan itu, mereka menegaskan bahwa Presiden Prabowo disebut sebagai sosok pertama yang berani melawan mafia besar di sektor pangan hingga energi.
“Tidak pernah ada pendahulu berani melawan mafia beras. Tidak pernah ada pendahulu berani melawan mafia minyak goreng,” tulis mereka.
Baca juga: Presiden Prabowo: Penjarahan adalah Pelanggaran Hukum
Pesan itu juga menyinggung keberanian Prabowo membongkar praktik mafia migas, termasuk menyebut nama Mohammad Riza Chalid dan kroninya.
“Tidak pernah ada pendahulu berani membongkar mafia Reza Chalid dan anak-anak dan kroni-kroninya. Bahkan mereka bersama orang-orang itu mencuri kekayaan negara,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain itu, isu korupsi di BUMN juga disorot. Para menteri menyinggung soal tantiem bernilai triliunan rupiah yang selama ini dinikmati segelintir pihak.
“Tidak pernah ada pendahulu melawan korupsi di BUMN. Tidak pernah ada pendahulu yang pernah berbicara soal tantiem yang nilainya triliunan setiap tahun, malah semua partai yang pernah berkuasa mereka semua menikmati korupsi di BUMN,” bunyi dukungan tersebut.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Cabut Hak Istimewa DPR, Tunjangan dan Kunker Luar Negeri Dihentikan
Dalam bagian akhir, pesan itu juga menyindir sejumlah pihak yang kini kritis terhadap pemerintah, padahal sebelumnya pernah berada di lingkaran BUMN.
“Tidak pernah ada orang-orang pintar yang sekarang bersuara, sok berada di barisan rakyat membuka semua masalah di BUMN padahal mereka pernah berada di dalam BUMN,” lanjut pernyataan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram