Suryadharma Ali. (Kemenag.go.id)
INDOZONE.ID – Kabar duka datang dari mantan Menteri Agama periode 2009–2014, Suryadharma Ali, yang wafat di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta, pada Kamis (31/7/2025) pukul 04.18 WIB.
Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Cipinang Cempedak I No.30, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, dan dimakamkan usai Dzuhur di Pondok Pesantren Miftahul'Ulum, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Lahir pada 19 September 1956, Suryadharma Ali (SDA) dikenal sebagai politisi senior yang menapaki banyak posisi strategis di parlemen dan kabinet.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di IAIN (kini UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1984.
Surya Dharma Ali mengawali karier di sektor ritel sebagai Deputi Direktur PT Hero Supermarket. SDA mulai terjun ke dunia politik pada 2001 dan menjabat Ketua Komisi V DPR RI hingga 2004.
Ia juga pernah menjadi Bendahara Fraksi PPP MPR RI (2004–2009) sebelum akhirnya didaulat menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 2007 dan kembali terpilih untuk periode 2011–2014.
Baca juga: Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali Dimakamkan di Pesantren Bekasi
Di pemerintahan, SDA dipercaya menjadi Menteri Negara Koperasi dan UKM (2004–2009) dan kemudian menjabat Menteri Agama di Kabinet Indonesia Bersatu II (2009–2014).
Namun, masa jabatannya di Kementerian Agama tak lepas dari kontroversi. Pada 2014, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan korupsi dana haji.
Suryadharma Ali resmi mengundurkan diri pada 28 Mei 2014. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, ia divonis enam tahun penjara, denda Rp300 juta, dan uang pengganti sebesar Rp1,8 miliar karena terbukti melakukan korupsi dalam pelaksanaan haji 2010–2013.
Setelah menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin, Bandung, SDA dinyatakan bebas bersyarat pada 6 September 2022.
Meski pernah terjerat kasus hukum, banyak tokoh mengenang Suryadharma Ali sebagai sosok berdedikasi. Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan, SDA memiliki peran penting dalam pembangunan kerukunan umat di Indonesia.
"Kiprah beliau dalam membangun dialog antarumat beragama juga patut dikenang sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan nasional," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA