Rabu, 24 JUNI 2026 • 14:55 WIB

Siswa SMA Tewas Akibat Kabel Menjuntai di Jaksel, Investigasi Menyeluruh Didorong!

Author

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth menyoroti kasus siswa SMA tewas akibat kabel menjuntai di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (dok. Istimewa)

INDOZONE.ID - Kasus tewasnya seorang siswi SMAN 6 Jakarta akibat kecelakaan dipicu kabel menjuntai di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menyorot perhatian dalam hal ini DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth mendesak Pemprov untuk bertindak melakukan audit hingga investigasi.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Namun di balik duka ini, ada persoalan serius yang harus dibenahi. Ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan indikasi adanya kelalaian dalam pengelolaan infrastruktur utilitas yang berpotensi membahayakan masyarakat," kata anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

Dia meminta Pemprov DKI Jakarta bersama instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian termasuk menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan kabel menjuntai di lokasi kecelakaan.

Baca juga: Kebakaran Asrama Putri di Kenya Tewaskan 16 Siswi, Puluhan Lainnya Dirawat

"Jangan sampai kasus ini berhenti pada rasa prihatin semata. Harus ada evaluasi dan penegakan tanggung jawab yang jelas. Keselamatan warga tidak boleh dikalahkan oleh lemahnya pengawasan maupun buruknya tata kelola utilitas. Jika terbukti lalai, perusahaan utilitas harus dikenai denda maksimal, pembekuan izin, hingga tanggung jawab penuh kepada keluarga korban," tegasnya.

Lebih lanjut, Kenneth menilai persoalan kabel semrawut di Jakarta bukanlah masalah baru. Padahal, Jakarta disebutnya memiliki landasan hukum yang jelas melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penempatan Jaringan Utilitas yang mengatur pemindahan jaringan kabel udara ke bawah tanah.

"Perda ini dibuat pakai uang rakyat, pakai APBD, mulai dari kajian sampai naskah akademiknya. Sudah jadi barangnya, kok belum dipakai? Pengawasan kita itu kurang sekali," tuturnya.

Oleh karena itu dia menila sudah saatnya melakukan audit total terhadap seluruh jaringan kabel udara di Jakarta untuk memetakan titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serupa.

"Kita masih sering menemukan kabel semrawut dan menjuntai di berbagai wilayah Jakarta. Kondisi ini tidak bisa lagi dianggap biasa. Pemerintah harus segera melakukan pendataan, penertiban, dan memastikan seluruh pemilik utilitas mematuhi standar keselamatan yang berlaku," ujarnya.

Tak sampai disitu, dia juga menyoroti lemahnya eksekusi kebijakan penataan utilitas oleh perangkat daerah terkait. Dinilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Bina Marga DKI Jakarta sebagai instansi yang memiliki peran penting dalam pengawasan dan penataan utilitas perkotaan.

"Jakarta membutuhkan audit total kabel udara dan satu komando pengawasan utilitas agar tidak ada lagi saling lempar tanggung jawab. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama," katanya.

Masih Diusut Kepolisian

Diberitakan sebelumnya, seorang siswi kelas X SMAN 6 Jakarta tewas usai terjatuh dari sepeda motor usai tersangkut kabel seling beberapa waktu lalu. Kala itu korban tengah diantar menuju ke sekolah.

Baca juga: Bareskrim Turun Tangan Usut Blackout Sumatera, Kabel Sutet Jambi Jadi Fokus Utama

Nahas, korban terlindas bus. Kasus itu sendiri saat ini masih didalami oleh pihak kepolisian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU