INDOZONE.ID - Tragedi kebakaran kembali mengguncang dunia pendidikan di Kenya. Suatu kebakaran hebat yang melanda asrama putri di sebuah sekolah kawasan Gilgil, Kabupaten Nakuru, menewaskan sedikitnya 16 siswi dan menyebabkan puluhan lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis, (28/5/2026), sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Api dilaporkan muncul secara tiba-tiba di asrama sekolah Utumishi Girls Academy, yang berlokasi sekitar 120 kilometer di utara ibu kota Nairobi.
Insiden tersebut menjadi salah satu tragedi kebakaran sekolah paling mematikan di Kenya, dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Kampus Binus di Jakarta Barat Kebakaran, Puluhan Personel Damkar Turun Tangan
Menurut keterangan aparat setempat, kebakaran terjadi ketika sebagian besar penghuni asrama tengah terlelap tidur.
Kobaran api dengan cepat menyebar ke berbagai bagian bangunan sehingga membuat para siswi kesulitan menyelamatkan diri.
Tim penyelamat dan petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi, setelah menerima laporan dari pihak sekolah. Namun, besarnya api membuat proses evakuasi berlangsung sulit.
Sebanyak 79 siswi dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit sekitar Nakuru.
Beberapa korban disebut mengalami luka bakar serius, serta gangguan pernapasan akibat menghirup asap tebal.
Hingga kini, identitas seluruh korban meninggal masih terus diverifikasi oleh pihak berwenang.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Tanjung Priok, 4 Orang Dijemput Maut!
Suasana haru dan kepanikan terlihat di area sekolah setelah kabar kebakaran menyebar. Banyak orang tua datang ke lokasi untuk mencari informasi mengenai kondisi anak-anak mereka.
Petugas keamanan terlihat berjaga di sekitar area sekolah, guna menghindari kerumunan yang semakin memadati lokasi kejadian.
Para orang tua hanya bisa menunggu sambil berharap anggota keluarga mereka selamat dari tragedi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com