INDOZONE.ID - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menceritakan kronologi dirinya menjadi korban pemerasan oleh pelaku yang mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia mengaku diminta uang senilai Rp300 juta.
"Jadi, kronologisnya ada seorang ibu-ibu datang ke DPR dan meminta bertemu saya," kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Sahroni mengaku saat itu menerima pertemuan dari ibu-ibu tersebut pada 6 April 2026. Dalam pertemuan itu, ibu-ibu yang mengaku utusan dari pimpinan KPK itu, meminta sejumlah uang.
"Kemudian, saya temui dan dia mengaku utusan dari pimpinan KPK dan di situ dia meminta uang senilai Rp300 juta untuk dukungan pimpinan KPK," ucap Sahroni.
Kala itu, Sahroni mengatakan akan mengkonfirmasi mengenai hal tersebut ke pimpinan KPK. Dia kemudian melanjutkan kembali tugasnya memimpin rapat. Pada siang hari, ia baru melakukan konfirmasi ke KPK.
"Saya langsung cek ke KPK dan KPK menyangkal ada utusan tersebut," kata Sahroni.
Singkat cerita, Sahroni bersama KPK dan Polda Metro Jaya melakukan penjebakan seolah akan memberi uang. Hasilnya, pelaku kini telah ditangkap.
"KPK kemudian melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya dan setelahnya saya melapor terkait kasus ini ke Polda Metro Jaya," jelas Sahroni.
"Saya kemudian bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan KPK untuk menangkap orang ini dengan memberikan uang tersebut di rumahnya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan