INDOZONE.ID - Sudrajat (50), pedagang es kue jadul yang viral usai dituding menggunakan bahan spons buka suara pasca dirinya viral. Dia membeberkan cerita yang kini membuatnya trauma untuk berjualan kembali.
Mulanya, Sudrajat bercerita jika ada anak-anak yang membeli esnya. Salah satu pembeli dia menduga sebagai mata-mata.
"Panggil tuh tukang es kue itu. Lalu mata-mata dia suruh beli, disuruh bawa. Beli lima yang bohong satu, lama-lama saya dikepung, ditonjok polisi ama tentaranya juga," kata Sudrajat kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
Di saat itu, dia mengaku mendapat tindakan kekerasan dan dipaksa untuk mengaku menjual es kue spons. Pada momen itu, dia mengaku hanya bisa menyampaikan ucapan meminta maaf.
Baca juga: Soal Pedagang Es Kue Diduga Berbahan Spons, Polisi Ngaku Sedang Tindak Lanjuti Laporan Warga
"Ampun Pak, ampun Pak. Bukan punya saya, punya bos. Kalau nggak percaya ikut aj ke depok lama (pabrik pembuat)," tuturnya.
"Disuruh ngaku, ditonjok sampai ngaku. Di sana saya dikurung sampai nangis," sambungnya.
Momen selanjutnya seperti dalam video yang viral di media sosial dikala dirinya dipaksa memakan daganganya yang sudah diperas. Kemudian, dia dibawa ke Polsek Kemayoran menggunakan mobil.
"Iya saya minta maaf, terus saya disuruh makan. Setelah dinaikin ke mobil, ditarik sama dia. Di dalam mobil tidak diapa-apain," katanya.
Baca juga: Viral Pedagang di Duren Duren Sawit Dihajar Preman, 2 Pelaku Langsung Diringkus
Trauma Hingga Tidak Dagang
Pasca kejadian itu, dia mengaku masih trauma hingga belum berani untuk kembali berdagang.
"Berhenti sekitar empat hari. Kejadian hari Sabtu sampai sekarang belum dagang karena trauma," kata Sudrajat.
Padahal, kehidupan keluarganya mengandalkan es kue. Dia sendiri mengaku sudah berjualan es kue selama 30 tahun lamanya.
Esok hari, Sudrajat mengaku akan kembali berjualan namun, dia menghindari lokasi tempatnya berjualan karena masih merasa trauma.
"Besok (mulai dagang), tapi nggak di area itu lagi. Kapok," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan