Senin, 26 JANUARI 2026 • 15:22 WIB

Orang Kesepian dan Jomblo Jadi Ladang Cuan Sindikat Love Scam: Bagaimana Cara Mereka Bekerja?

Author

Ilustrasi orang kesepian atau jomblo jadi ladang cuan sindikat love scam. (Generatif AI.)

INDOZONE.ID - Kalau kamu merasa kesepian nggak punya pasangan alias jomblo, hati-hati bisa jadi kamu targt empuk sindikat love scam atau penipuan asmara.

Soalnya aparat kepolisian dan imigrasi sudah membongkar dua jaringan besar penipuan asmara yang beroperasi di Indonesia, dengan korban lintas negara. Kerugiannya pun ditaksir miliaran rupiah.

Satreskrim Polresta Yogyakarta mengungkap dugaan penipuan asmara jaringan internasional pada Senin (5/1/2026). Penggerebekan dilakukan di kantor PT Altair Trans Service, Sleman, yang diduga menjadi pusat operasional sindikat.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia mengatakan, kasus ini terungkap dari patroli siber yang menemukan lowongan kerja tak lazim.

Calon karyawan harus bisa berbahasa Inggris dan paham aplikasi kencan. 

Di markas penipuan asmara tersebut, polisi menyita 30 ponsel, 50 laptop, CCTV, dan perangkat internet. Sebanyak 64 karyawan diamankan, dengan enam orang ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Love Scam Internasional di Tangerang Dibongkar Imigrasi: Modus Video Nggak Senonoh, Rekam lalu Peras

Peran Para Tersangka dan Modus Operasi

Enam tersangka merupakan petinggi perusahaan, mulai dari CEO, HRD, project manager, hingga tim leader.

Dalam perangkat yang disita, polisi menemukan foto dan video bermuatan pornografi yang digunakan untuk menipu korban.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menjelaskan, perusahaan ini sebenarnya penyedia tenaga kerja untuk klien luar negeri, terutama dari China.

“Para pegawai berperan sebagai admin chat di aplikasi kencan daring. Mereka menyamar sebagai perempuan dan menyesuaikan dengan negara asal korban,” jelasnya.

Korban berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, hingga Australia. Modusnya membangun kedekatan emosional.

Imigrasi bongkar sindikat love scam di Gading Serpong, Tangerang. Pelaku mayoritas asal China. (Dok. Ditjen Imigrasi.)

Dari Chat Mesra ke Jerat Finansial

Interaksi berlanjut ke bujuk rayu agar korban membeli koin digital untuk mengirim hadiah. Setelah itu, agen mengirim foto atau video pornografi secara bertahap.

“Target agen antara 3.000 sampai 6.000 koin per hari. Setiap 16 koin nilainya 5 dolar AS,” ungkap Adrian.

Jaringan Lebih Besar Terungkap di Tangerang

Kasus serupa juga dibongkar Direktorat Jenderal Imigrasi di Gading Serpong, Tangerang. Sebanyak 27 WNA diamankan dalam operasi penindakan kejahatan siber internasional.

Plt Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman mengatakan, operasi bermula dari profiling lokasi mencurigakan.

“Di lokasi pertama, pihak Imigrasi mengamankan 14 orang asing, terdiri dari 13 WN China dan satu WN Vietnam.

Petugas juga menyita komputer, ponsel, dan paspor asing.

Jaringan ini menggunakan kecerdasan buatan (AI), seperti Hello GPT agar obrolan terlihat alami dan mudah mendekati korban.

Pelaku kemudian mengirim foto tak senonoh untuk memancing korban melakukan video call.

Rekaman korban yang kadung telanjang kemudian dijadikan alat pemerasan. Jika tidak mengirim uang, video akan disebarluaskan.

Dana Dikembalikan ke Korban

Penyelidikan mengungkap sindikat ini dikendalikan lintas negara. Pendanaan berasal dari China, dengan operasional di Indonesia dijalankan beberapa koordinator lapangan.

Total ada 105 WNA lain yang masuk daftar Subject of Interest. Hingga kini, 27 orang telah ditahan untuk pemeriksaan intensif.

Hingga akhir 2025, Indonesia Anti Scam Center mencatat 3.494 laporan love scam dengan total kerugian Rp49,19 miliar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut penipuan asmara sebagai tren kejahatan finansial digital yang terus meningkat.

“Para korban dimanipulasi emosinya, merasa punya hubungan spesial, lalu secara sukarela mentransfer uang dalam jumlah besar,” ujarnya.

Selain kerugian finansial, korban penipuan asmara juga mengalami trauma psikologis yang sulit disembuhkan. Rasa malu, kehilangan kepercayaan diri, hingga depresi sering muncul setelah sadar telah dimanipulasi.

Satgas PASTI dan OJK terus mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berevolusi. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat keberhasilan mengembalikan dana Rp161 miliar kepada 1.070 korban scam sejak beroperasi November 2024 hingga Januari 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Imigrasi RI, OJK

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU