Selasa, 23 SEPTEMBER 2025 • 16:57 WIB

Turun Gunung Temui Tahanan Polda Metro, Istri Gus Dur dkk Minta Aktivis Dibebaskan

Author

Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid bersama rombonganya dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Polda Metro Jaya. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)

INDOZONE.ID - Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid, bersama rombonganya dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB) sudah selesai menemui para tersangka kasus kericuhan demo yang kini ditahan di Mapolda Metro Jaya.

GNB meminta para aktivis tersebut untuk dibebaskan.

"Kami semua dari Gerakan Nurani Bangsa, dari tokoh-tokoh tua yang merasa prihatin dengan terjadinya penahanan-penahanan seperti ini. Apalagi yang ditahan adalah para aktivis-aktivis yang belum tentu tujuannya untuk memusuhi atau apa ya, ya tidak bisa menerima apa yang diterima oleh masyarakat," kata Sinta kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Baca juga: Istri Gus Dur dkk Datangi Polda Metro, Niat Jenguk Tersangka Ricuh Demo

Sinta menilai, para aktivis itu merupakan anak bangsa yang tengah meneruskan perjuangan dari bangsa ini.

Mereka juga ingin mewujudkan sikap negara berdaulat dan bebas bersuara ataupun bebas berpendapat.

"Karena dengan adanya itu, mereka mencoba, mereka telah melakukan itu, tetapi ternyata ada kesalahpahaman," ungkapnya.

Tindakan yang melenceng itu lah disebut Sinta membuat sejumlah aktivis berakhir ditahan oleh Polda Metro Jaya. Untuk itu, dia meminta untuk para aktivis ini dibebaskan dari penahanan.

"Ini lah tujuan kita Gerakan Nurani Bangsa datang kemari untuk meluruskan semuanya itu dan membebaskan semuanya itu. Karena mereka adalah anak bangsa kita yang berjuang untuk kemanusiaan dan untuk negara Indonesia," paparnya.

Baca juga: Peran Gus Dur sebagai Tokoh NU dalam Penguatan Nasionalisme Kemanusiaan untuk Tangkal Radikalisme

6 Orang Jadi Tersangka Ricuh Demo

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam rentetan aksi demo berujung ricuh pada Agustus 2025 lalu. Keenam orang ini dinilai berperan penting dalam kericuhan.

Kasusnya berkaitan dengan dugaan penghasutan hingga ajakan demo kepada para pelajar. Ada juga yang berperan memberikan edukasi pembuatan molotov.

Para tersangka itu antara lain Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen, staf Lokataru Muzaffar Salim, Syahdan Husein, Khariq Anhar, RAP dan Figha Lesamana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU