INDOZONE.ID - Seorang mahasiswi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial IM (23) ditemukan tewas di kamar kosnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (12/9).
Kejadian ini langsung menyita perhatian publik, terutama karena korban masih berstatus mahasiswa dan pelaku yang diduga sebagai pacarnya ternyata masih berusia 16 tahun.
Baca juga: Jauh dari Keluarga Bikin Down? 5 Tips Cara Menghadapi Homesick Saat Merantau Kuliah
Korban ditemukan dalam posisi telungkup, dengan tubuh penuh luka lebam di bagian leher, wajah, dan tangan. Hasil olah TKP sementara dan keterangan saksi menyebutkan bahwa sebelum kejadian, korban sempat terlibat pertengkaran hebat dengan pacarnya yang berinisial FF.
Pertengkaran itu berujung tragis. Korban diduga dicekik dan dipukuli hingga kehilangan nyawa. Polisi segera mengamankan FF yang masih berstatus di bawah umur.
Saat ini, ia sedang menjalani pemeriksaan intensif di Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur untuk pendalaman kasus lebih lanjut.
Kasus ini jadi sorotan bukan hanya karena tragis, tapi juga karena memperlihatkan sisi lain dari dinamika hubungan anak muda. Kekerasan dalam pacaran atau Dating Violence ternyata nyata dan bisa berujung fatal.
Bagi mahasiswa, kabar ini jadi pengingat kalau hubungan sehat seharusnya dibangun atas dasar saling menghargai dan menjaga, bukan diwarnai dengan kekerasan fisik maupun verbal.
Selain itu kisah ini juga menimbulkan pertanyaan, apakah lingkungan kampus udah cukup dalam menyediakan ruang aman bagi mahasiswa yang mengalami kekerasan dalam hubungan ataupun kekerasan lainnya?
karena saat ini, gak sedikit anak muda yang memilih diam karena takut dihakimi atau tidak tahu harus melapor ke siapa.Padahal, support system dari teman dekat, organisasi kampus, bahkan pihak universitas bisa jadi kunci untuk mencegah kasus-kasus serupa.
Mahasiswa harus lebih sadar soal pentingnya kesehatan mental dan keberanian untuk mencari pertolongan ketika berada di hubungan yang toxic.
Cinta gak seharusnya menyakiti. Jika sebuah hubungan ngebuat kamu merasa terancam, tidak dihargai, atau bahkan mengalami kekerasan, itu tanda bahaya yang harus segera disadari.
Baca juga: Bukan Cuma Tugas Berat, Teman Kayak Gini Juga Bisa Ganggu Hidup Kamu sebagai Mahasiswa
Kasus ini juga menyoroti betapa pentingnya edukasi mengenai hubungan sehat di kalangan remaja dan mahasiswa. Kampus gak hanya tempat belajar teori, tapi juga wadah untuk mengembangkan kesadaran sosial, termasuk soal bagaimana membangun relasi yang aman dan saling mendukung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@nttfolks