INDOZONE.ID - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal ikut angkat suara terkait hasil penyelidikan kepolisian yang mengindikasikan jika Arya Daru Pangayunan (39) diplomat muda Kemlu tewas akibat bunuh diri. Tak yakin dengan hasil itu, Dino membongkar sederet kejanggalan dari kasus tersebut.
Melalui akun media sosial Instagram miliknya, Dino membuat video yang isinya membahas kematian Arya Daru. Ia mengakui membuat video tersebut karena banyak orang yang menanyakan kasus tersebut ke dirinya.
"Saya Dino Patti Djalal, banyak orang yang menanyakan opini saya mengenai Diplomat Muda Arya Daru," kata Dino dalam video yang diposting seperti dilihat pada Sabtu (9/8/2025).
Diklaim, apa yang ia ucapkan merupakan pandangan dari pihak keluarga korban termasuk pandangan dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Dino merasa sulit mempercayai jika Arya Daru dikatakan bunuh diri.
"Kenapa saya berpandangan begitu? Pertama, karena metode bunuh diri yang diduga dilakukan oleh Arya Daru itu sangat tidak lazim," kata Dino.
"Biasanya kalau orang mau bunuh diri itu, dia memilih cara yang konvensional yang tidak menyengsarakan dirinya, dan ini walaupun saya tidak bisa sebutkan secara grafis, tapi kita tahu semua apa itu," sambungnya.
Dino mengaku baru pertama kali mendengar adanya orang bunuh diri dengan cara dilakban.
"Pertama kali saya mendengar bahwa dia bunuh diri dengan cara lakban, saya mengatakan tidak pernah seumur hidup saya mendengar orang bunuh diri dengan cara lakban. Jadi ini suatu tanda tanya yang besar sekali," paparnya.
Dino kemudian membahas persoalan psikologi Arya Daru. Jika dilihat dari jejak digital terkait karirnya, Arya Daru disebut Dino dalam kondisi yang antusias dan penuh gairah untuk bekerja.
"Arya Daru itu akan posting di Finlandia, salah satu posting idaman bagi diplomat Indonesia. Sebagai diplomat, saya paham sekali orang yang mau posting di luar negeri itu merasa sangat antusias, penuh gairah dan gelora hidup, karena dia akan membuka lembaran baru dalam hidupnya dan karirnya di luar negeri," kata Dino.
Untuk itu, Dino menilai dari segi psikologi tidak cocok jika disebut Arya Daru mengalami depresi sampai berkeinginan bunuh diri.
"Kalaupun dia mengalami masalah pribadi atau pekerjaan di dalam negeri, diplomat yang mau posting itu akan merasa 'Alhamdulillah saya akan meninggalkan semua beban itu di belakang saya, karena saya akan posting di tempat yang indah di luar negeri'. Jadi dari segi itu, teori bunuh diri ini juga tidak masuk akal," kata Dino.
Berbeda dengan kasus bunuh diri yang lain, acapkali korban meninggalkan pesan kematian untuk keluarganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan