Jendela KAI yang pecah karena dilempar. (Instagram)
INDOZONE.ID - Usia viralnya lemparan batu ke kereta yang serpihan kacanya mengenai penumpang wanita, kini insiden serupa terulang kembali, kali ini mengenai KRL relasi Jakarta - Bogor. Pelaku yang melempar batu tersebut sudah ditemukann yang ternyata masih anak-anak.
Peristiwa ini juga terekam dalam video amatir dan viral di media sosial. Dalam video yang viral salah satunya diposting oleh akun Instagram indonesiadailynet, terlihat kondisi kaca kereta yang suda dalam keadaan retak.
"Setelah insiden seorang penumpang wanita di KA Sancaka dilempar batu, aksi serupa juga terjadi terjadap KRL Commuter Line 1332 relasi Jakarta - Kota Bogor," tulis akun tersebut dalam postinganya seperti dilihat pada Sabtu (12/7/2025).
Peristiwa ini diketahui terjadi pada Jumat, 11 Juli 2025 sore kemarin. Tentunya hal ini cukup membahayakan bagi para penumpang KRL.
Baca juga: Pria ini Pindah Gerbong karena Suara Keras Ibu-Ibu, KAI Tanggapi dengan Permintaan Maaf
Kasi Humas Polres Bogor Kota Ipda Eko Agus mengatakan peristiwa ini bermula saat sejumlah anak-anak bermain dipinggir rel kereta. Dalam waktu yang sama KRL tersebut melintas.
"Pada pukul 16.30 WIB sekumpulan anak-anak disekitar TKP sedang bermain dipinggir rel kereta api dan pelaku secara iseng melemparkan batu kecil ke arah kereta api yang melintas dari arah Jakarta menuju Stasiun Bogor," kata Eko.
Petugas kemudian melakukan penyisiran dan ditemukan anak-ana terduka pelempar batu. Keduanya antara lain berinisial MF (8) dan MFS (10).
Dalih mereka saat itu sedang bermain lempar-lemparan. Petugas kemudian mendatangi dan menemui orang tua dari kedua bocah itu.
Baca juga: Detik-Detik Penumpang Wanita Terluka Akibat Lemparan Batu ke Kereta Sancaka Terekam Kamera
"Pukul 18.25 WIB, kedua pelaku pelemparan dan orang tuanya dibawa ke Stasiun Bogor dan pada pukul 20.45 WIB diarahkan ke Polsek Bogor Tengah dan ditangani oleh Piket Reskrim," paparnya.
Endingnya, berdasarkan hasil mediasi jika orang tua dari pelempar KRL tersebut bersedia untuk bertanggungjawab.
"Dari mediasi dengan Koord Keamanan PT KAI, COSA, COSA1 dan WKSB, kedua orang tua pelaku pelemparan siap bertanggungjawab," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan