Senin, 09 JUNI 2025 • 16:30 WIB

Terekam Jelas! Jurnalis Australia Tertembak Peluru Karet saat Liput Kerusuhan Los Angeles

Author

Seorang jurnalis asal Australia, Lauren Tomasi, terkena tembakan peluru karet saat meliput kerusuhan yang dipicu aksi protes imigrasi di Los Angeles, Amerika Serikat.

INDOZONE.ID - Seorang jurnalis asal Australia, Lauren Tomasi, terkena tembakan peluru karet saat meliput kerusuhan yang dipicu aksi protes imigrasi di Los Angeles, Amerika Serikat.

Lauren Tomasi, koresponden Amerika Serikat untuk 9News Australia, sedang melaporkan situasi di pusat kota Los Angeles saat kekacauan terjadi.

Ia berada di lokasi protes terhadap kebijakan imigrasi pemerintahan Donald Trump, yang sudah memasuki hari ketiga bentrokan.

Dalam video siaran yang dipublikasikan 9News, Tomasi terlihat sedang menjelaskan bahwa situasi demonstrasi makin memburuk.

Kepolisian Los Angeles menunggang kuda dan mulai menembakkan peluru karet ke arah massa menjauhkan mereka dari pusat kota.

Beberapa detik kemudian, seorang polisi terlihat mengangkat senjatanya dan menembak ke arah Tomasi.

Baca Juga: Kerusuhan di Los Angeles, Ribuan Orang Tolak Razia Imigrasi Donald Trump

Proyektil peluru karet menghantam kakinya. Ia langsung menjerit kesakitan dan tertangkap kamera mundur sambil digandeng juru kameranya.

“Anda baru saja menembak reporter!” terdengar seseorang berteriak.

Saat ditanya keadaannya, Tomasi menjawab baik-baik saja

Dalam pernyataan resminya, pihak 9News menyatakan bahwa Lauren Tomasi terkena peluru karet.

“Lauren dan juru kameranya aman dan akan melanjutkan pekerjaan penting mereka meliput peristiwa ini,” isi pernyataan tersebut.

Mereka juga menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi pengingat yang bahaya yang dapat dihadapi jurnalis saat melaporkan aksi unjuk rasa dari garis depan,” tambah pernyataan 9News.

Kerahkan 2 Ribu Garda Nasional

Protes ini dipicu oleh operasi penggerebekan yang dilakukan oleh Lembaga Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) untuk mencari imigran tanpa dokumen di kawasan pusat kota L.A.

Aksi tersebut memicu gelombang perlawanan dari publik yang menilai langkah itu tidak manusiawi.

Sebagai tanggapan atas eskalasi situasi, Presiden Donald Trump menandatangani perintah pengerahan 2.000 personel Garda Nasional ke Los Angeles.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: 9news.com.au

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU