Selasa, 25 MARET 2025 • 11:10 WIB

Salut! Ini Cerita Mantan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili Reformasi Polisi Negaranya dengan Pecat 30 Ribu Personel

Author

Mantan Presiden Georgia, Mikheil Saakashvili.

INDOZONE.ID - Pemerintah Georgia pernah mengalami korupsi terparah sebelum adanya era reformasi.

Saat itu, lembaga kepolisian dikenal sering meminta suap, dari peristiwa tersebut membuat kepercayaan publik sangat rendah.

Diberitakan oleh laman Eurasianet, pada 22 Desember 2004, tindakan korupsi menjadi kejahatan yang banyak terjadi di Georgia, bahkan sejak pecahan Uni Soviet itu merdeka pada 1991.

Jika dilihat dari survei pada 2003, rakyat memiliki pandangan sangat buruk terhadap polisi. Untuk mengatasi hal tersebut, Mantan Presiden Mikheil Saakashvili melakukan reformasi di berbagai sektor, seperti bisnis dan kepolisian.

Baca Juga: Viral Anggota Polsek Minta THR ke Hotel Menteng Jakpus, Langsung Diproses Propam!

Mikheil Saakashvili menceritakan, kepolisian tidak melaksanakan tanggung jawabnya untuk menjadi lembaga yang memastikan keamanan masyarakat, malah memperkaya diri sendiri dan justru melakukan pemerasan terhadap warga.

"Survei tahun 2003 menemukan bahwa hanya 2,3 persen warga Georgia memiliki pandangan positif terhadap polisi. Dalam beberapa tahun saja, kami berhasil mengubah hal ini menawarkan sebuah model untuk negara lain, seperti Amerika Serikat yang berjuang dengan reformasi kepolisian," ungkap mantan presiden Georgia, Mikheil Saakashvili, dikutip dari Eurasianet, Selasa (25/3/2025).

Melansir dari the Unravel, saat Mikheil Saakashvili terpilih pada Januari 2004, reformasi kepolisian menjadi prioritas utama.

Selama memangku jabatan, Saakashvili memecat massal sekitar 80 persen polisi dengan tujuan memberantas korupsi di negaranya.

Kementerian Dalam Negeri Georgia memberhentikan 30.000 polisi, setengahnya dalam satu hari. Akan tetapi, pemerintah kala itu memberikan gaji dua bulan dan amnesti atas kejahatan masa lalu kepada mereka.

Pemberian gaji dua bulan dan amnesti merupakan cara pemerintah Georgia kala itu, untuk mengantisipasi pemberontakan besar-besaran yang mungkin terjadi.

Lalu, untuk mengisi posisi tersebut, 20.000 kadet baru pun direkrut dan diberi kursus kilat kepolisian. Tak cuma itu, mereka juga diberi gaji lima kali lipat dari sebelumnya, sekira USD400 per bulan.

Gaji besar itu untuk mencagah para polisi baru menambah kekayaan dengan jalan yang dilarang oleh hukum.

“Di Georgia, kami memiliki banyak orang yang buruk. Untuk mengubah sistem yang buruk, kami harus menyingkirkan semuanya," jelas Saakashvili.

Baca Juga: Serangan Israel di RS Gaza, Anggota Biro Politik Hamas Tewas

Berdasarkan laporan Geopolitical Monitor, perwira polisi yang tersisa juga dikenakan standar hukum ketat tentang pasal Korupsi.

Ambil contoh, jika ada perwira polisi yang menerima suap lebih dari USD50, mereka mendapatkan hukuman dipenjara selama 10 tahun.

Cara Georgia Berantas Korupsi

Pemerintah Georgia yang dipimpin oleh Mikheil Saakashvili, melakukan beberapa hal untuk melakukan tindakan pemberantas korupsi dan kejahatan dengan cara berikut ini.

1. Perbaikan Kinerja Pemerintah

Mantan Presiden Mikheil Saakashvili meningkatkan layanan publik, seperti memberikan aliran listrik sepanjang waktu dan memberantas praktik korupsi di perguruan tinggi.

Cara tersebut juga didukung dengan sistem penguatan pemungutan pajak, bea cukai, peraturan bisnis, pendaftaran publik, ujian pendidikan tinggi, hingga memperbaiki sistem pemerintahan daerah.

2. Reformasi Menyeluruh Polisi

Untuk memulihkan kredibilitas polisi, pemerintah Georgia memecat hingga 16.000 polisi dalam waktu semalam dan membuka lowongan baru bagi warga yang ingin menjadi polisi.

Pemerintah juga membuat saluran telepon darurat 24 jam, sehingga para warga bisa melaporkan langsung jika ada polisi yang melakukan suap.

Selain itu juga, CCTV dipasang sepanjang jalan raya untuk merekam bukti pelanggaran oleh polisi dan warga.

Hasil dari Dampak Reformasi

Berdasarkan penelitian dari Transparency International pada 2010, menunjukkan Georgia menjadi salah satu negara paling sukses dalam memerangi korupsi, sehingga peringkatnya meningkat drastis.

Dari hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa tindak kejahatan keseluruhan turun lebih dari 50 persen, dan kejahatan kekerasan turun hingga 66 persen.

Keberhasilan Georgia dalam menurunkan korupsi melalui Reformasi Kepolisian Georgia menjadi kisah sukses yang pantas dibanggakan dalam mengurangi korupsi, melalui reformasi kepolisian, terutama setelah Revolusi Mawar pada November 2003.

Penulis: Hilwah Nur Puspitawati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurasianet, Geopoliticalmonitor.com, The Unravel

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU