Reaksi Dunia Terhadap Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza: Semua Menyambuk Baik
INDOZONE.ID - Mediator Qatar mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan perang di Gaza. Kesepakatan tersebut termasuk menukar tawanan Israel dengan tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Kesepakatan itu diumumkan pada Rabu (15/01/2025) oleh Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani di Doha. Gencatan senjata akan mulai berlaku pada hari Minggu, 19 Januari 2024.
“Kesepakatan itu akan mengarah pada pembebasan tawanan Israel dan tahanan Palestina serta lonjakan bantuan kemanusiaan ke Gaza,” kata Sheikh Mohammed mengutip Al Jazeera, Kamis (16/1/2025).
46.707 Orang Tewas
Menurut otoritas kesehatan Palestina, sebanyak 46.707 orang di Gaza tewas dalam perang Israel di Gaza.
Israel melancarkan serangan sebagai balasan atas serangan yang dilakukan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sedikitnya 1.139 orang dan sekitar 250 orang lainnya ditawan.
Baca Juga: Genjatan Senjata di Gaza Disepakati, Harapan Baru untuk Perdamaian Palestina dan Israel
Beberapa tokoh dunia bereaksi terhadap pengumuman perjanjian gencatan senjata. Mereka semua menyambut baik dengan gencatan senjata antara Israel-Hamas di Gaza.
Presiden AS Joe Biden
“Pertempuran di Gaza akan berakhir dan para sandera akan segera kembali ke rumah kepada keluarga mereka,” kata Presiden Biden di Gedung Putih.
Donald Trump
"Kami memiliki kesepakatan untuk para sandera di Timur Tengah. Mereka akan segera dibebaskan. Terima kasih!" tulis Trump di platform media sosialnya Truth Social.
"Dengan kesepakatan ini, tim Keamanan Nasional saya, melalui upaya Utusan Khusus untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, akan terus bekerja sama erat dengan Israel dan Sekutu kami untuk memastikan Gaza TIDAK PERNAH lagi menjadi tempat berlindung yang aman bagi teroris," kata Trump dalam posting kedua.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres
Guterres mengatakan bahwa PBB siap mendukung kesepakatan tersebut dan meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan berkelanjutan kepada warga Palestina yang tak terhitung jumlahnya yang terus menderita.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan
Fidan mengatakan kepada wartawan di Ankara bahwa kesepakatan gencatan senjata merupakan langkah penting bagi stabilitas regional.
Ia juga mengatakan bahwa upaya Turki untuk mencapai solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina akan terus berlanjut.
Baca Juga: 5.000 Orang Tewas atau Hilang Akibat Pengepungan Israel di Gaza Utara
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani
Al Thani menyerukan agar Jalur Gaza tetap tenang antara sekarang dan 19 Januari, saat kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku.
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi
El-Sisi dalam postingannya di X menyambut baik kesepakatan gencatan senjata Gaza. Ia juga menekankan pentingnya pengiriman cepat bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa
Von der Leyen menyambut baik berita tentang perjanjian gencatan senjata. Ia mengatakan bahwa para sandera akan dipertemukan kembali dengan orang-orang yang mereka cintai dan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga sipil di Gaza.
Hal ini membawa harapan bagi seluruh wilayah, di mana orang-orang telah menanggung penderitaan yang sangat besar dalam waktu yang terlalu lama.
Kedua pihak harus sepenuhnya melaksanakan perjanjian ini, sebagai batu loncatan menuju stabilitas yang langgeng di wilayah tersebut dan penyelesaian konflik secara diplomatik.
Alexander De Croo, Perdana Menteri Belgia
De Croo mengatakan bahwa ia merasa lega atas rencana pelepasan para sandera setelah melalui konflik selama berbulan-bulan.
"Kami berharap gencatan senjata ini akan mengakhiri pertempuran dan menandai dimulainya perdamaian yang berkelanjutan. Belgia siap membantu," katanya.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock
Baerbock mengatakan bahwa pada saat ini ada harapan para sandera akhirnya akan dibebaskan dan kematian di Gaza akan berakhir. Setiap orang yang bertanggung jawab sekarang harus memastikan bahwa kesempatan ini dimanfaatkan.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer
"Ini adalah berita baik yang dinantikam oleh rakyat Israel dan Palestina setelah berbulan-bulan terjadi pertumpahan darah yang hebat dan banyaknya nyawa yang hilang," kata Starmer.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere
Gahr Stoere menekankan perlunya memperkuat lembaga-lembaga Palestina agar dapat mengambil alih kendali dan tanggung jawab penuh, termasuk di Gaza.
Baik Israel maupun Palestina harus menerima jaminan keamanan yang kredibel, dan solusinya harus berlandaskan pada kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera