Israel Luncurkan Serangan Udara saat Warga Palestina Salat Subuh, 100 Orang Dilaporkan Tewas
INDOZONE.ID - Israel kembali meluncurkan serangan udara di kompleks sekolah Kota Gaza yang menampung keluarga pengungsi Palestina. Layanan Darurat Sipil Gaza pada Sabtu waktu setempat melaporkan , serangan itu menewaskan setidaknya 100 orang.
Israel membantah laporan tersebut dengan menyebut terlalu dibesar-besarkan. Menurut Israel, serangannya hanya menewaskan 19 militan.
Dilansir Reuters, video dari lokasi usai insiden menunjukkan bagian tubuh yang berserakan di antara puing-puing. Tampak banyak jenazah yang dibawa dan ditutupi selimut.
Kaleng makanan kosong tergeletak di genangan darah, serta kasur yang terbakar dan boneka anak-anak tergeletak di reruntuhan.
Baca Juga: Iran dan Sekutu Akan Bertemu untuk Bahas Retaliasi Terhadap Israel
Dalam video lain, pria-pria berdoa di atas selusin kantong jenazah yang terbaring di tanah kompleks sekolah Tabeen.
Serangan Israel ini mendapat kecaman dari negara-negara Arab, Turki, Prancis, Inggris, dan Uni Eropa, serta ungkapan keprihatinan mendalam dari AS, yang telah bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk mencegah konflik Gaza yang telah berlangsung selama 10 bulan tersebut meningkat menjadi perang regional.
"Namun sekali lagi terlalu banyak warga sipil yang terbunuh," kata Wakil Presiden AS Kamala Harris saat kampanye di Phoenix ketika ditanya tanggapannya terhadap serangan di Kota Gaza.
"Kita butuh kesepakatan sandera dan gencatan senjata," sambung Kamala Harris.
Layanan Darurat Sipil Gaza mengatakan bahwa kompleks tersebut diserang saat para penghuninya sedang melaksanakan salat subuh.
"Saat ini, ada lebih dari 93 syuhada, termasuk 11 anak-anak dan enam wanita. Ada juga jenazah yang belum teridentifikasi," kata juru bicara pertahanan sipil Palestina, Mahmoud Bassal, dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.
Puluhan ribu warga Palestina yang terlantar telah mencari perlindungan di sekolah-sekolah Gaza, yang sebagian besar telah ditutup sejak perang Israel melawan Hamas dimulai.
Sekitar 350 keluarga berlindung di kompleks tersebut, kata Bassal - beberapa dari ratusan ribu warga Palestina yang terlantar akibat serangan Israel di Gaza.
Lantai atas yang menampung keluarga dan lantai bawah yang digunakan sebagai masjid, keduanya terkena serangan, tambahnya.
Militer Israel menepis dengan mengatakan jumlah korban dibesar-besarkan. Mereka mengklaim serangan yang diluncurkan hanya menyebabkan kerusakan dalam skala kecil.
"Serangan dilakukan dengan menggunakan tiga amunisi presisi, yang tidak dapat menyebabkan kerusakan sebanyak yang dilaporkan," kata militer dalam sebuah pernyataan.
Ditambahkan bahwa tidak ada kerusakan parah yang terjadi pada kompleks tersebut, dan mereka menyediakan foto serta video udara yang menurut mereka membuktikan hal ini.
"Kompleks tersebut, dan masjid yang terkena serangan di dalamnya, berfungsi sebagai fasilitas militer aktif Hamas dan Jihad Islam," kata Letnan Kolonel Nadav Shoshani di X, tanpa memberikan bukti.
Seorang pejabat militer Israel mengatakan bahwa bagian masjid yang terkena serangan disediakan untuk pria.
Israel mengatakan militan Palestina bersembunyi di antara warga sipil Gaza, beroperasi dari dalam sekolah, rumah sakit, dan zona kemanusiaan yang ditunjuk - yang dibantah oleh Hamas dan sekutunya.
Hamas mengatakan serangan tersebut adalah kejahatan mengerikan dan eskalasi serius. Izzat El-Reshiq dari kantor politik Hamas mengatakan bahwa korban tewas tidak termasuk satu pun kombatan.
Sebuah serangan terpisah pada hari Sabtu menewaskan tiga warga Palestina di Al-Nuseirat di Gaza tengah dan satu serangan lagi menewaskan satu orang di Deir Al-Balah yang berdekatan, kata petugas medis.
Kemudian pada hari itu, sebuah serangan Israel menewaskan tiga warga Palestina di Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir, kata petugas medis.
Baca Juga: McDonald Alami Penurunan Penjualan Global Akibat Konflik Israel dan Palestina
Secara terpisah, militer Israel mengatakan bahwa kepala keamanan umum di sayap militer Hamas, Walid Alsousi, telah tewas di Gaza selatan. Tidak ada komentar langsung dari Hamas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters