Bentuk Solidaritas atas Insiden Penembakan, Pendukung Trump Ramai-ramai Pakai Perban di Telinga
INDOZONE.ID - Pada konvensi Partai Republik di Milwakuee, terdapat pemandangan yang tak biasa. Para pendukung Trump ramai-ramai memakai aksesoris perban di telinga.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas atas kejadian penembakan yang dialami Trump di Pennsylvania.
Terdapat berbagai bentuk perban yang dipakai pendukung Trump sepanjang konvensi, mulai dari kapas, selotip, dan potongan kertas yang dilipat.
Baca Juga: Donald Trump Bakal Hentikan Dana Pendidikan Jika Ada Sekolah yang Masih Promosikan Transgender
"Semua orang di dunia akan menggunakan ini dalam waktu dekat. Saya terinspirasi saat Trump masuk di auditorium pada malam senin disambut dengan tepuk tangan meriah, perban putih itu terlihat di lukanya," kata Delegasi dari Arizona, Joe Neglia.
"Ketika kemarin dia masuk dan ada tembakan itu, saya berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk menghormati kebenaran? Lalu saya melihat perban itu dan saya berpikir akan melakukannya untuk penghormatan terhadap Trump dan mengekspresikan simpati dan bersatu dengan dia," tambahnya.
Delegasi Arizona, Stacey Godman juga menggunakan selembar kertas sebagai perban di telinganya dengan mengatakan “Saya mengikuti solidaritas dengan Trump, bukan dengan pemerintahan yang saat ini."
Baca Juga: Donald Trump Sebut Surat Dukungan dari Xi Jinping Sebagai Catatan yang Indah
Senin malam di Milwaukee merupakan momen Trump pertama kali kembali muncul di publik setelah percobaan penembakan yang dialami di Pennsylvania, beberapa jam setelah resmi menerima delegasi yang cukup untuk mengamankan tiket calon presiden dari partai dan mengumumkan JD Vance sebagai wapres pilihannya.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Independent