Rabu, 26 JUNI 2024 • 10:58 WIB

Tajikistan Larang Pemakaian Hijab Meski Penduduknya Mayoritas Muslim, Ini Alasannya!

Author

Wanita Tajikistan

INDOZONE.ID - Tajikistan, salah satu negara dengan mayoritas muslim di Asia menjadi sorotan publik setelah melarang pemakaian hijab untuk wanita.

Pemerintah Tajikistan mengeluarkan undang-undang yang melarang jilbab, dan serangkaian 35 tindakan terkait agama. Hal ini disebut pemerintah sebagai upaya untuk melindungi nilai-nilai budaya nasional dan mencegah ekstremisme.

Larangan tersebut tertuang dalam undang-undang baru yang menggantu UU lama, soal Aturan Tradisi dan Perayaan.

Baca Juga: Rusia Izinkan Penggunaan Hijab dalam Foto Paspor bagi Alasan Keagamaan Warganya

Undang-undang itu melarang penggunaan "pakaian asing", termasuk jilbab, atau penutup kepala yang dikenakan oleh wanita muslim.

RUU tersebut disetujui oleh majelis tinggi (Majlisi Milli) pada 19 Juni lalu. Bagi mereka yang melanggar undang-undang tersebut akan dikenakan denda yang cukup besar.

Presiden Tajikistan Emomali Rahmon

Larangan pemakaian hijab adalah langkah dari Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, untuk menerapkan apa yang ia anggap sebagai budaya "Tajiki" dan meminimalkan visibilitas religiusitas masyarakat. Hal ini sangat terkait dengan politik dan cengkeraman kekuasaannya.

Baca Juga: Artis Iran Hengameh Ghaziani Ditangkap Akibat Pamer Video Lepas Hijab, Waduh!

Rahmon tampak berambisi menerapkan sekularisme di Tajikistan dengan dalih mengurangi ekstremisme. Hal ini terlihat dari sejumlah kebijakan yang diambil.

Beberapa kebijakan itu seperti memaksa pria mencukur janggut mereka, anak di bawah 18 tahun dilarang memasuki tempat ibadah tanpa izin, sebanyak 1.938 masjid ditutup dalam setahun, dan tempat-tempat ibadah diubah menjadi kedai teh dan pusat kesehatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Euronews.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU