Kamis, 01 FEBRUARI 2024 • 06:15 WIB

Gara-gara Israel, Bantuan UNRWA ke Gaza Bakal Berhentu Mulai Akhir Februari

Author

UNRWA menyatakan tidak lagi bisa beroperasi dan harus menghentikan layanannya di Gaza pada akhir Februari.

INDOZONE.ID - Badan PBB untuk Pengungsi Palestina alias The UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), menyatakan tidak lagi bisa beroperasi dan harus menghentikan layanannya di Gaza pada akhir Februari, jika pendanaan dari negara-negara donor tidak segera dilanjutkan.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah beberapa negara donor menghentikan pendanaan mereka, menyusul adanya tuduhan Israel tentang beberapa staf Badan ini yang ikut terlibat dalam serangan, (7/10/2023) yang dilancarkan pasukan militan Hamas ke Tel Aviv.

Sedangkan negara-negara yang menghentikan donornya antara lain, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Finlandia, Jerman, Italia, Swiss, dan Belanda.

"Kalau tak ada lagi pendanaan, UNRWA tidak bisa lagi melanjutkan memberikan pelayanan bantuan di seluruh wilayah, termasuk Gaza setelah Februari," kata Juru Bicara UNRWA dilansir Al Arabiya, Rabu (31/1/2023).

Baca Juga: Sepekan Pencarian Hasilnya Nihil, Ops SAR Terhadap Warga SBB Korban Hilang di Laut Dihentikan

Sementara itu, selain menghentikan pendanaan, ada pula negara yang menangguhkan donor mereka, karena tuduhan ini.

Austria misalnya, yang pada Senin (29/1/2023), lalu mengumumkan bakal menangguhkan sementara pendanaan kepada UNRWA, hingga penyelidikan selesai dilakukan dan mendapatkan hasil investigasi yang jelas.

Ilustrasi bendera Israel dan Palestina

“Kami menyerukan agar UNRWA dan PBB melakukan penyelidikan komprehensif yang dilakukan secara cepat dan lengkap terkait tuduhan itu,” kata Kementerian Luar Negeri Austria, dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, sebagai salah satu donor utama UNRWA Uni Eropa juga telah menuntut dilakukannya audit mendesak terhadap badan tersebut, dan mengatakan pihaknya sedang meninjau pendanaan.

Baca Juga: Densus 88 Tangkap Lagi 2 Teroris di Jateng dan Jatim

Audit tersebut juga harus dilakukan dengan dipimpin ahli yang ditunjuk Komisi Eropa, serta dilakukan berbarengan dengan penyelidikan PBB atas tuduhan yang ditudingkan Israel.

“Yang jelas ini sangat mendesak. Hal ini penting dan harus dilakukan tanpa penundaan,” kata juru bicara komisi Eric Mamer.

Selanjutnya, eksekutif Uni Eropa akan menentukan keputusan pendanaan untuk UNRWA, setelah hasil audit keluar, mengingat tuduhan sangat serius yang dibuat pada tanggal 24 Januari terkait dengan keterlibatan staf UNRWA dalam serangan keji tanggal 7 Oktober.

Oleh karenanya, diperkirakan Uni Eropa tidak akan memberikan pendanaan tambahan hingga akhir Februari.

Mereka juga menambahkan bahwa bantuan kemanusiaan terhadap warga Palestina yang berada di wilayah Gaza dan Tepi Barat akan tetap berrlanjut, namun dilakukan oleh organisasi-organisasi mitra.

Baca Juga: Adik Said Aqil Siradj Ungkap Makna Nama Istri Ganjar Pranowo: Siti Atikoh Suprianti

"Selanjutnya kami akan tinjau masalah ini berdasarkan hasil penyelidikan PBB dan tindakan yang akan diambil,” kata Komisi Uni Eropa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman kemudian mengatakan bahwa UNRWA bukan satu-satunya sumber bantuan kemanusiaan bagi Palestina.

Baca Juga: Mobil Rombongan Anies-Cak Imin Alami Kecelakaan Beruntun di Madura

Setelah Berlin bergabung dengan negara-negara lain dalam menghentikan pendanaan untuk badan tersebut, bantuan masih bisa bergulir untuk warga Gaza melalui organisasi kemanusiaan lainnya.

"Kami akan terus lakukan advokasi agar bantuan kemanusian bisa tetap diberikan," kata juru bicara tersebut pada konferensi pers pemerintah di Berlin.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Arabiya News

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU