Rabu, 20 DESEMBER 2023 • 15:57 WIB

Houthi Serang Kapal yang Bantu Israel di Laut Merah, AS Ajak China Gabung Koalisi Gempur Yaman

Author

Kapal kargo Galaxy Leader di kawal kelompok Houthi Yaman saat melintas di Laut Merah.
INDOZONE.ID - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengajak China untuk bergabung dalam Koalisi Operasi Penjaga Kemakmuran, gugus tugas yang dibentuk untuk melawan serangan drone dan rudal pasukan Houthi Yaman, terhadap kapal-kapal dagang di Laut Merah.

Ajakan kepada China ini, menyusul telah bergabungnya 10 negara, yang terdiri dari AS, Inggris, Bahrain, Kanada, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, Seychelles, dan Spanyol pada Minggu (17/12).

Seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan, dengan bergabungnya Beijing dalam koalisi ini diharapkan bisa memberi tekanan lebih besar kepada kelompok Houthi.

"China tidak menolak kami. Akan sangat besar (dampaknya) jika kita bisa mendapatkan persetujuan dari China,” kata pejabat senior itu, dikutip Al Arabiya English, Rabu (20/12/2023).

Terpisah, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Matt Miller mengatakan, Washington akan menyambut baik peran konstruktif Beijing untuk mencegah serangan Houthi, jika negara terbesar kedua di dunia itu bersedia bergabung dengan koalisi.

Baca Juga: Amerika Bentuk Koalisi Pertahanan dengan 10 Negara untuk Lawan Serangan Houthi Yaman di Laut Merah

Selain itu, menurutnya tidak ada alasan bagi China untuk menolak ajakan ini, karena aksi ‘sembrono’ pasukan Houthi di Laut Merah telah merugikan kepentingan dagang banyak negara, termasuk China.

Para pejabat AS juga mengatakan, ada negara-negara lain yang telah berkomitmen untuk memberikan berbagai bentuk bantuan, termasuk aset atau intelijen, namun memilih untuk merahasiakan peran mereka.

Sementara itu, potensi bergabungnya China dengan koalisi pun semakin besar, karena Beijing dan Washington telah sepakat untuk melanjutkan hubungan antarmiliter bulan lalu. Ini setelah dilaksanakannya pertemuan antara Presiden AS Joe Bidden dan Presiden China Xi Jinping.

Selain China, lebih banyak negara diperkirakan akan bergabung dengan gugus tugas ini.

Sebelumnya, milisi Yaman mengatakan akan menargetkan semua kapal yang menuju Israel sampai perang Gaza berakhir. Mereka telah melemparkan drone, rudal, dan roket ke kapal-kapal yang terindikasi memiliki hubungan dengan Israel, yang transit di wilayah Laut Merah atau melintasi wilayah itu.

Kelompok Houthi Yaman menyita kapal yang melintas di Laut Merah.

Namun, pada praktiknya, kelompok Houthi Yaman yang dibantu Iran ini juga melancarkan sedangan pada berbagai kapal tanker dagang, yang melewati dan menuju selat Bab el-Mandeb yang lebarnya 18 mil.

Karena itu, pada Sabtu, (16/12), sebuah kapal perusak yang sudah berpatroli di Laut Merah USS Carney, menembak jatuh 14 drone serangan satu arah milik Houthi. Selanjutnya, kapal perang Prancis dan Inggris juga menembak jatuh drone di kawasan Laut Merah dalam sepekan terakhir.

Bahkan, Inggris mengatakan akan menyumbangkan HMS Diamond, sebuah kapal perusak, bersama tiga kapal perusak AS ke Koalisi, setelah panggilan pagi dari 20 menteri pertahanan internasional yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.

Baca Juga: Blokir Laut Merah, Houthi Yaman Ancam Serang Kapal di Pelabuhan Israel Jika Warga Gaza Palestina Tak Dapat Obat dan Makanan

“Pemerintah bekerja sama dengan AS, Prancis, dan sekutu internasional lainnya, untuk memberikan pencegahan yang signifikan guna mencegah serangan terhadap pengiriman gratis yang akan memengaruhi perdagangan bebas,” kata juru bicara perdana menteri Inggris, Rishi Sunak, dilansir The Guardian, Rabu (20/12/2023).

“Saya pikir adalah benar bahwa pemerintah bertindak lebih awal bersama sekutu kita untuk secara signifikan meningkatkan pencegahan guna menghentikan serangan-serangan ini,” sambungnya.

Sementara itu, sejumlah negara yang tidak bergabung dengan gugus tugas maritim pimpinan AS menandatangani pernyataan bersama pada Selasa (19/12), mengutuk serangan Houthi. Dengan negara-negara anggota NATO dan Uni Eropa adalah salah satu yang menandatangani pernyataan ini.

“Perilaku seperti itu juga mengancam pergerakan makanan, bahan bakar, bantuan kemanusiaan, dan komoditas penting lainnya ke tujuan dan populasi di seluruh dunia. Yang bertanda tangan di bawah ini lebih lanjut mendorong semua negara untuk menahan diri dari memfasilitasi atau mendorong kelompok Houthi. Tidak ada pembenaran atas serangan-serangan ini, yang berdampak pada banyak negara di luar bendera kapal-kapal tersebut,” tulis negara-negara tersebut, termasuk Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Australia, dalam dokumen pernyataan.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Arabiya

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU