INDOZONBE.ID - Seorang perwira IDF (Israel Defense Forces), Erez Eshel, mengajak siswa sekolah keagamaan yang mempelajari ilmu Taurat, Torah, untuk ikut berperang melawan Palestina.
Ajakan ini diserukannya setelah lebih dari 1.300 tentara Israel gugur di Gaza dan Israel kehilangan tentara setiap 5 menit
Saking gentingnya kondisi tentara IDF di Palestina, Eshel pun mengaku bahwa dirinya bisa mati kapan saja di medan perang. Pun dengan tentara-tentara lainnya yang sedang berjuang melawan Hamas.
“Pasukanku berjuang, dan aku berjuang. Dari sini (Torah), aku akan ke Gaza. Aku mungkin bisa terbunuh hari ini dan kalian akan datang ke pemakamanku,” kata Eshel, dalam video yang diunggah Middle East Monitor (Memo), dikutip Rabu (20/12/2023).
Dengan kondisi ini, dia lantas meminta para siswa Torah untuk masuk militer dan bergabung dengan tentara Israel untuk melawan Palestina.
Tidak hanya itu, para siswa juga dapat berkontribusi dalam mengusir warga Palestina, dengan mengunjungi pemakaman dua tentara yang gugur dalam seminggu serta mengunjungi korban luka.
“Aku bangga kepada kalian. Tapi, sekarang adalah kewajiban sebagian dari kalian untuk keluar. Kita membantu tim kita dari bawah dan atas. Ini baru permulaan. Aku datang ke sini, dan kalian akan jadi yang pertama, para penjaga Torah bergabung dengan orang-orang Israel,” kata tentara yang membawa senapan itu.
Ajakan Eshel yang menggebu-gebu ini nampaknya justru mendapat penolakan dari para siswa. Hal ini terlihat dari upaya salah satu siswa yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam yang meminta Eshel turun dari panggung.
Sementara itu, ajakan Eshel kepada para siswa Torah untuk ikut berperang di Jalur Gaza menuai banyak kritik dari warganet. Pasalnya, perwira tentara itu sama dengan sedang mencuci otak para siswa Torah, dan membuat mereka ikut serta dalam tindakan genosida di Gaza.
“Hah? Ini kekerasan terhadap anak. Tindakan cuci otak di sekolah,” tulis @vivitvivit.
“Orang-orang yang menggunakan kartu penjajahan adalah orang-orang yang melakukan penjajahan di zaman modern. Para penyintas penjajahan tidak boleh bangga dengan penjajahan/genosida yang terjadi saat ini di Gaza!” kata @rawandkh84.
Tidak hanya itu, warganet pun menyadari bahwa dalam ajakan ini Israel tidak berbohong dan mengungkapkan fakta bahwa ada sangat banyak tentara yang gugur di medan perang.
“Seorang tentara (mati) setiap 5 menit? Lalu ini bukan kebohongan.” ujar @fuk184.
“Jadi, mereka (tentara Israel) ingin mengirim anak laki-laki yang belum pernah berperang sebagai domba kurban? Jadi mereka bisa melihat siapa yang membunuh mereka semua? Aku senang mereka (siswa Toah) mempertanyakan hal ini,” tulis @dmobash.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Middle East Monitor