Momen Umat Yahudi di New York Turun Demo Dukung Palestina, Tuding Israel sebagai Penjahat Perang
INDOZONE.ID - Komunitas penganut Yahudi orthodoks di New York mengecam tindakan tentara Israle yang dianggap sebagai penjahat perang. Mereka pun terlihat ikut berdemo dalama rangka membela Palestina.
Dalam video yang dibagikan oleh akun Twitter @DailyLoud, tampak sejumlah orang dari komunitas Yahudi mengadakan demonstrasi untuk mengekspresikan dukungan mereka terhadap Palestina.
Pada Selasa, 10 Oktober 2023, mereka berpakaian sesuai dengan tradisi Yahudi, mengenakan topi bulat, jubah hitam, berjanggut panjang, dan selendang, serta membawa tanda-tanda solidaritas dengan Palestina.
Baca Juga: Siapa Hamas? Penguasa Jalur Gaza yang Oleh Banyak Negara Dicap Sebagai Organisasi Teroris
Aksi ini diduga terjadi di New York, Amerika Serikat (AS), dan peserta demonstrasi ini dengan antusias membawa spanduk yang menyuarakan pesan seperti "Hentikan kriminal perang Israel di Palestina," "Bebaskan Yerusalem untuk Palestina," dan "Israel membunuh satu anak Palestina setiap 3 jam."
Mereka juga membawa bendera Palestina dan atribut yang mencerminkan warna bendera Palestina, seperti selendang dan pin.
Menurut laporan dari VOA, demonstrasi ini dipimpin oleh Rabi Dovid Feldman dari kelompok Yahudi Neturei Karta yang berbasis di AS. Gerakan semacam ini bukan hal baru di New York dan telah lama berlangsung.
Baca Juga: Erdogan: Hubungan Turki, Yahudi, dan Israel akan Selalu Kuat
Partisipan demonstrasi ini merupakan bagian dari kelompok Yahudi yang menentang pandangan zionisme. Zionisme adalah gerakan politik yang berupaya mendirikan negara Israel yang merdeka sebagai tempat perlindungan bagi bangsa Yahudi di tanah air sejarah mereka.
Gerakan ini muncul sebagai respons terhadap sejarah penindasan dan penganiayaan terhadap Yahudi di berbagai wilayah, khususnya di Eropa, dan bertujuan untuk membangun kembali Israel sebagai pusat identitas Yahudi.
Namun, ada kritik terhadap zionisme, yang dianggap oleh sejumlah pihak sebagai ideologi yang agresif dan diskriminatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber