Kamis, 17 AGUSTUS 2023 • 14:05 WIB

Konflik Sudan: Banyak Mayat Warga Sipil Berserakan Membusuk di Tepi Jalan, Dikhawatirkan Picu Penyakit

Author

Krisis Sudan

INDOZONE.ID - Sedikitnya ada puluhan mayat, baik dari warga sipil maupun tentara berserakan hingga membusuk di jalanan Khartoum, Sudan. Hal ini memicu kekhawatiran adanya penyebaran penyakit yang bisa menjadi bencana kesehatan bagi masyarakat setempat.

Laporan dari kantor berita Anadolu pada Selasa (15/8/2023), mayat-mayat yang tak sempat dikuburkan dikarenakan masih berlangsungnya perang antara militer Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Selain itu, mayat-mayat tersebut juga berdekatan dengan lokasi pengeboman.

Komite Pusat Tenaga Kesehatan, organisasi non-pemerintah Sudan, pada Minggu (13/8/2023) mengeluarkan peringatan mengenai risiko lingkungan yang ditimbulkan pembusukan mayat di jalanan akibat perang beserta dampaknya pada kesehatan dan lingkungan.

Baca Juga: Sudan Dilanda Konflik, Presiden Jokowi Evakuasi 969 WNI: 936 Sudah Dipulangkan

Ada permasalahan mempengaruhi kesehatan lingkungan akibat  jenazah-jenazah yang ditinggalkan di tempat semula, terutama sejak beberapa di antaranya mulai memasuki masa pembusukan," kata Kepala Komite Pusat Tenaga Kesehatan Hiba al-Makki dilansir Sudan Tribe.

Dia mendesak bahwa situasi ini membutuhkan penanganan sesuai dengan protokol kesehatan masyarakat dalam keadaan darurat.

Organisasi kemanusiaan berbasis di London, Save the Children International, sebelumnya melaporkan bahwa ribuan mayat membusuk di jalan-jalan Khartoum akibat kamar mayat tidak mampu mengawetkan jenazah, juga karena dampak daya yang tidak menentu pada sistem pendingin.

Baca Juga: Pemprov Jateng Gerak Cepat Pulangkan Warganya yang Terdampak Perang Sudan

Pertempuran intens telah terjadi selama lebih dari 100 hari antara militer dan RSF, khususnya di wilayah strategis di sekitar ibu kota dan bagian barat negara itu.

Selama konflik, yang berlangsung sejak April, lebih dari tiga ribu jiwa tewas. Selain itu, puluhan ribu orang terluka dan  mpat juta orang mengungsi. Sebagian besar kekerasan terjadi di sekitar ibu kota.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Anadolu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU