INDOZONE.ID - Banyak hal yang menarik dari Norwegia bukan hanya sepakbola. Negara Erling Haaland ini punya sesuatu yang jarang dimiliki negara lain, apa itu?
Jika biasanya fasilitas di penjara atau lembaga pemasyarakatan apa adanya bahkan memprihatinkan, hal itu tidak terjadi di Norwegia.
Di negara ini, penjaranya bisa dikatakan seperti hotel. Dimana, penjara bukan hanya sebuah ruangan untuk mengurung pelaku kejahatan melainkan juga dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap.
Fasilitas Lengkap dan Nyaman
Dilansir dari AP News, salah satu penjara yang fasilitas di dalam kamarnya cukup lengkap adalah penjara Halden Prison dan Bastoy Prison.
Baca juga: Mahasiswa Asal Makassar Hilang di Perairan Norwegia, Keluarga Tunggu Bantuan Pemerintah
Fasilitas dalam kamar di dua penjara tersebut disediakan tempat tidur, kamar mandi, meja, lemari, televisi, hingga internet.
Untuk fasilitas di luar kamar dapur serta ruang bersama, perpustakaan, ruang olahraga dan studio musik, sekolah, pelatihan kerja, bengkel, program kesehatan, area hijau dan ruang kunjungan keluarga.
Associated Press melaporkan bahwa akses pendidikan, layanan kesehatan, perpustakaan, kegiatan bermakna, serta hubungan dengan alam merupakan bagian penting dari sistem Norwegia.
Beberapa penjara terbuka juga menawarkan pekerjaan pertanian dan aktivitas di luar ruangan.
Kenapa Dibuat Nyaman?
Alasan utama kenapa penjara di Norwegia dibuat senyaman mungkin karena negara ini menerapkan prinsip yang sering disebut principle of normality.
Artinya, hukuman utama adalah perampasan kebebasan, bukan membuat kehidupan sehari-hari sengaja menjadi kejam atau merendahkan.
Dilansir dari situs Kriminalomsorgen, tujuannya penjara dibuat nyaman agar kehidupan di dalam penjara tidak terlalu jauh dari kehidupan normal.
Baca juga: Norwegia Resmi Jalin Hubungan Diplomatik dengan Palestina, Titik Terang di Tengah Luka Gaza
Dengan begitu, ketika dibebaskan, narapidana masih terbiasa memasak dan mengurus diri, bekerja, belajar, berinteraksi secara sehat, bertanggung jawab terhadap rutinitas hingga menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
Petugas penjara juga bukan sekadar penjaga keamanan. Layanan Pemasyarakatan Norwegia menyebut petugas menjalani pendidikan selama dua tahun yang mencakup psikologi, kriminologi, hukum, HAM, dan etika.
Sistemnya juga cukup disiplin. Pemerintah Norwegia menyatakan hampir tidak ada pelarian, dan lebih dari 99% narapidana yang mendapat izin keluar sementara kembali tepat waktu.
Penjara Nyaman, Kejahatan Menurun?
Data resmi negara-negara Nordik menunjukkan tingkat reconviction, yaitu narapidana yang kembali dijatuhi hukuman penjara atau hukuman komunitas dalam waktu dua tahun setelah bebas, di Norwegia menurun dari 22% di tahun 2016 menjadi hanya 16% di tahun 2020.
Sebuah penelitian ekonomi berjudul "Incarceration Recidivism and Employment" yang diterbitkan pada September 2016 mengenai sistem peradilan Norwegia juga menemukan bahwa hukuman penjara dalam konteks Norwegia dapat menurunkan kemungkinan melakukan kejahatan kembali dalam lima tahun sekitar 27 poin persentase.
Efek terbesar ditemukan pada orang yang sebelumnya tidak bekerja, karena mereka mendapatkan pelatihan, pendidikan, dan dukungan untuk masuk ke pasar kerja.
Baca juga: Irlandia, Norwegia , dan Spanyol Akui Palestina, Langkah Berani Menuju Perdamaian Timur Tengah
Akan tetapi, efeknya tidak sama untuk semua kelompok; pada terdakwa yang sebelumnya sudah bekerja, penjara dapat menyebabkan kehilangan pekerjaan dan tidak menunjukkan penurunan residivisme yang signifikan.
Artinya, keberhasilannya bukan semata-mata karena kamar bagus, melainkan gabungan antara pendidikan, pekerjaan, perawatan kesehatan, hubungan manusiawi dengan petugas dan persiapan sebelum bebas.
Penelitian tentang pendidikan di penjara Norwegia juga menemukan manfaat yang lebih luas, termasuk perubahan pribadi, peningkatan kemampuan, dan dukungan terhadap proses rehabilitasi.
Berdasarkan dari Statistik Sentralbyra (lembaga statistik Norwegia), negara ini tergolong negara yang aman, khususnya bila dilihat dari kejahatan berat seperti pembunuhan. Namun, kriminalitasnya bukan nol.
Data terbaru Statistics Norway mencatat pada 2025 terdapat 348.508 tindak pelanggaran yang dilaporkan kepada polisi, terdiri antara lain dari:
- 116.387 pencurian atau kejahatan terhadap properti;
- 47.366 kekerasan dan penganiayaan;
- 7.112 pelanggaran seksual;
- 28.584 pelanggaran narkoba dan alkohol;
- 45.590 pelanggaran lalu lintas.
Angka total tersebut tidak berarti 348 ribu pelaku atau korban, karena satu kasus atau orang dapat terkait dengan lebih dari satu pelanggaran.
Selain itu, statistik ini hanya mencatat kejahatan yang diketahui atau dilaporkan kepada polisi sementara itu sebagian tindak kejahatan tidak pernah dilaporkan, sehingga tetap terdapat angka gelap kriminalitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AP News, Jurnal Internasional