Senin, 25 MEI 2026 • 12:00 WIB

PM Pakistan Kunjungi China di Tengah Bayang-bayang Konflik Iran

Author

Bendera Pakistan dan China terlihat di pintu masuk Paviliun China di Karachi, Pakistan, pada 16 November 2022. (Reuters/Akhtar Soomr)

INDOZONE.ID - Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, tiba di China pada Sabtu (23/5/2026) untuk memulai kunjungan resmi selama empat hari. 

Lawatan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan perang Iran yang kini menjadi perhatian utama dunia internasional.

Media pemerintah China melaporkan bahwa Sharif mendarat di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, namun belum ada penjelasan rinci mengenai agenda lengkap pertemuan antara kedua negara.

Baca juga: Iran Bantah Ada Rencana Pertemuan dengan AS di Pakistan

Meski demikian, isu konflik Timur Tengah diperkirakan akan menjadi salah satu pembahasan penting selama kunjungan tersebut.

Pemerintah China sebelumnya menyatakan bahwa Beijing dan Islamabad sama-sama memiliki kepentingan untuk mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan kedua negara akan membahas berbagai persoalan yang menjadi perhatian bersama.

Baca juga: Putin dan Xi Tegaskan Hubungan China-Rusia Tetap Solid Usai Kunjungan Trump

Konflik Iran sendiri terus memanas sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Februari lalu.

Perang tersebut memicu gejolak besar di Timur Tengah dan berdampak pada ekonomi global, termasuk gangguan terhadap jalur distribusi energi dunia.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut proses negosiasi yang berlangsung dengan Iran berada di titik kritis antara tercapainya kesepakatan damai atau justru memicu serangan lanjutan.

China secara terbuka mendukung Pakistan untuk memainkan peran sebagai mediator yang netral dalam upaya menghentikan perang. Guo Jiakun menegaskan Beijing berharap Islamabad dapat membantu mempercepat pemulihan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

China mendukung Pakistan untuk menjalankan peran mediasi yang adil dan seimbang demi mendorong perdamaian serta mengakhiri perang,” ujar Guo.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pakistan memang mulai mengambil posisi penting dalam diplomasi kawasan. Negara itu sempat menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran pada bulan lalu.

Meski pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan permanen, Pakistan dinilai berhasil membuka jalur komunikasi antara kedua pihak.

Sementara itu, Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke Teheran menurut laporan media Iran. 

Langkah tersebut semakin memperlihatkan keterlibatan aktif Pakistan dalam upaya diplomatik di kawasan.

Di sisi lain, China memilih bergerak lebih tenang dengan memperkuat komunikasi bersama negara-negara Teluk yang terdampak konflik. Beijing diketahui menggelar sejumlah pembicaraan telepon dan pertemuan diplomatik dengan para pejabat regional.

Pekan lalu, Xi Jinping juga mengadakan pertemuan penting dengan Donald Trump di Beijing. 

Setelah pertemuan itu, Trump mengungkapkan bahwa Xi menawarkan bantuan China untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia yang terganggu sejak perang pecah.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, bahkan telah meminta Pakistan meningkatkan upaya mediasi di Timur Tengah saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar.

Kunjungan Shehbaz Sharif ke China dipandang sebagai bagian dari penguatan hubungan strategis kedua negara sekaligus upaya mencari solusi diplomatik atas konflik yang semakin meluas di Timur Tengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU