INDOZONE.ID – Insiden penembakan terjadi di dekat kawasan White House atau Gedung Putih pada Sabtu (23/5/2026) waktu setempat dan menyebabkan sedikitnya dua orang terluka, termasuk pelaku penembakan.
Aparat keamanan federal Amerika Serikat langsung melakukan respons cepat setelah menerima laporan adanya tembakan di area sekitar kompleks Gedung Putih.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dengan pengamanan ketat di lokasi kejadian.
Menurut laporan sejumlah media lokal, satu korban sipil disebut mengalami luka serius akibat insiden tersebut.
Baca juga: Dari Guru Berprestasi ke Pelaku Penembakan, Ini Profil Lengkap Cole Tomas Allen
Direktur Federal Bureau of Investigation atau FBI, Kash Patel mengatakan pihaknya telah berada di lokasi untuk mendukung penanganan bersama United States Secret Service.
“FBI berada di lokasi dan mendukung respons Dinas Rahasia terhadap penembakan di dekat kompleks Gedung Putih,” tulis Kash Patel melalui media sosial X.
Dinas Rahasia AS mengonfirmasi insiden terjadi di sekitar persimpangan 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW, yang berada tidak jauh dari perimeter Gedung Putih.
Media AS, termasuk Fox News, melaporkan seorang pria bersenjata diduga mendekati area Gedung Putih dari arah gerbang nomor 17 sekitar pukul 18.00 waktu setempat, sebelum melepaskan beberapa tembakan ke arah kompleks tersebut.
Agen Dinas Rahasia kemudian membalas tembakan dan berhasil melumpuhkan pelaku sebelum memasuki area inti pengamanan Gedung Putih.
Baca juga: Tersangka Penembakan di Acara Gedung Putih Akui Incar Pejabat Pemerintah AS
Dalam baku tembak tersebut, seorang warga sipil dilaporkan turut menjadi korban luka. Meski begitu, aparat memastikan pelaku tidak berhasil menembus perimeter keamanan utama.
Presiden Donald Trump dilaporkan berada dalam kondisi aman usai insiden berlangsung.
Kepolisian Washington DC juga meminta masyarakat menghindari area sekitar lokasi kejadian selama proses investigasi berlangsung.
Sempat diberlakukan status lockdown di kawasan Gedung Putih pasca-insiden, namun penguncian area tersebut kemudian dicabut setelah situasi dinyatakan lebih terkendali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, Fox News