INDOZONE.ID - Para ilmuwan berhasil mengungkap fosil dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara.
Fosil tersebut berasal dari spesies baru bernama Nagatitan chaiyaphumensis, seekor dinosaurus raksasa pemakan tumbuhan yang hidup sekitar 113 juta tahun lalu di wilayah yang kini menjadi Thailand.
Penemuan ini memberikan gambaran baru tentang kehidupan purba di kawasan Asia Tenggara pada periode Kapur atau Cretaceous, sekaligus memperkuat posisi Thailand sebagai salah satu lokasi penting penelitian dinosaurus di dunia.
Baca juga: Penemuan Jejak Kaki Dinosaurus Berumur 120 juta tahun, Ini Foto-fotonya
Fosil Ditemukan di Thailand Timur Laut
Fosil Nagatitan chaiyaphumensis pertama kali ditemukan oleh seorang warga di Provinsi Chaiyaphum, Thailand timur laut. Setelah penemuan awal tersebut, tim peneliti melakukan penggalian selama beberapa tahun dan berhasil menemukan berbagai bagian tulang penting.
Beberapa tulang yang ditemukan antara lain tulang belakang, tulang rusuk, panggul, hingga tulang kaki depan atau humerus sepanjang 1,78 meter.
Berdasarkan ukuran tulang kaki depan dan tulang paha, ilmuwan memperkirakan dinosaurus ini memiliki panjang hampir 27 meter dengan berat mencapai 25 hingga 28 ton.
Dengan ukuran sebesar itu, Nagatitan kini dinobatkan sebagai dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara.
Baca juga: FOTO: Penemuan Spesies Baru Dinosaurus Terbesar di Australia
Termasuk Keluarga Sauropoda
Nagatitan termasuk dalam kelompok sauropoda, yaitu dinosaurus berleher panjang dengan ekor panjang, kepala kecil, dan empat kaki besar menyerupai pilar.
Kelompok ini dikenal sebagai hewan darat terbesar yang pernah hidup di Bumi. Sauropoda juga merupakan dinosaurus pemakan tumbuhan yang mampu mencapai ukuran luar biasa karena pola makan dan struktur tubuh mereka.
Meski fosil kepala dan gigi Nagatitan belum ditemukan, para peneliti meyakini dinosaurus ini memakan tumbuhan dalam jumlah besar seperti tumbuhan konifer dan pakis berbiji. Makanan tersebut kemungkinan langsung ditelan tanpa banyak dikunyah.
Hidup di Lingkungan Hangat dan Kering
Sekitar 113 juta tahun lalu, wilayah Thailand diperkirakan memiliki iklim subtropis yang hangat dan cenderung kering. Kawasan tersebut dipenuhi sungai berkelok, hutan, semak belukar, dan area mirip sabana.
Selain Nagatitan, ekosistem tersebut juga dihuni berbagai dinosaurus lain, reptil terbang pterosaurus, buaya, hingga ikan air tawar termasuk hiu sungai.
Predator terbesar saat itu merupakan kerabat dinosaurus pemakan daging raksasa asal Afrika, Carcharodontosaurus. Namun ukurannya diperkirakan hanya sekitar 8 meter dengan berat 3,5 ton, jauh lebih kecil dibanding Nagatitan.
Karena tubuhnya sangat besar, dinosaurus ini diyakini hampir tidak memiliki musuh alami saat dewasa.
Dinosaurus Raksasa Sulit Diserang Predator
Menurut para peneliti, predator kemungkinan menghindari menyerang sauropoda dewasa karena risiko terluka atau terinjak sangat tinggi. Sebaliknya, predator mungkin lebih sering memburu individu tua, sakit, atau anak-anak dinosaurus yang masih rentan.
Ilmuwan juga menjelaskan bahwa sauropoda tumbuh sangat cepat setelah menetas. Pertumbuhan pesat itu dianggap sebagai strategi bertahan hidup agar mereka segera mencapai ukuran tubuh besar dan lebih aman dari serangan predator.
Nama Terinspirasi dari Mitologi Asia
Nama Nagatitan diambil dari kata “Naga”, makhluk mirip ular dalam berbagai tradisi kepercayaan Asia yang sering ditemukan dalam ornamen kuil di Thailand.
Sementara kata “titan” sering digunakan pada nama dinosaurus sauropoda berukuran besar. Para peneliti bahkan menyebut Nagatitan bisa dianggap sebagai “titan terakhir” Asia Tenggara.
Hal itu karena pada akhir periode Kapur, wilayah Asia Tenggara berubah menjadi laut dangkal sehingga sauropoda tidak lagi hidup di kawasan tersebut.
Beri Petunjuk Baru tentang Evolusi Dinosaurus
Penemuan Nagatitan chaiyaphumensis juga membantu ilmuwan memahami keragaman sauropoda di Asia Tenggara. Hingga kini, hanya sedikit sauropoda yang ditemukan di wilayah tersebut, dan Nagatitan menjadi yang terbesar sekaligus termuda secara geologis.
Dinosaurus ini termasuk kelompok sauropoda dengan tulang berongga berisi kantung udara yang membuat kerangka mereka lebih ringan meski ukuran tubuh sangat besar.
Kelompok tersebut mulai muncul sekitar 140 juta tahun lalu dan akhirnya menjadi satu-satunya jenis sauropoda yang bertahan hingga kepunahan dinosaurus akibat hantaman asteroid sekitar 66 juta tahun lalu.
Ukuran Raksasa Diduga Berkaitan dengan Iklim Bumi
Peneliti juga menyoroti bahwa Nagatitan hidup pada masa kadar karbon dioksida atmosfer meningkat dan suhu global Bumi menjadi lebih panas.
Pada periode itu, banyak dinosaurus sauropoda berkembang menjadi berukuran sangat besar, termasuk di Amerika Selatan, China, Afrika Utara, dan kini Asia Tenggara.
Para ilmuwan menduga suhu tinggi kemungkinan memengaruhi ketersediaan tumbuhan yang menjadi sumber makanan utama dinosaurus pemakan tumbuhan berukuran raksasa tersebut.
Penemuan Nagatitan chaiyaphumensis menjadi salah satu temuan paling penting di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.
Selain menunjukkan bahwa kawasan ini pernah dihuni dinosaurus raksasa, fosil tersebut juga membuka peluang penelitian baru tentang evolusi sauropoda dan perubahan lingkungan purba di Bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters