Jumat, 27 MARET 2026 • 13:50 WIB

Panic Buying Melanda Australia, PM Albanese Pastikan Pasokan BBM Aman

Author

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, berbicara pada acara kemenangan Partai Buruh di Sydney, 3 Mei 2025. (REUTERS/Hollie Adams)

INDOZONE.ID - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berusaha meyakinkan warganya bahwa pasokan bahan bakar tetap aman.

Ia mneyampaikan hal itu di tengah laporan kejadian panic buying serta sejumlah stasiun pengisian bahan bakar yang kehabisan stok sejak perang Iran dimulai.

"Semakin lama perang ini berlangsung, semakin besar dampaknya. Tapi kami terus bertindak untuk mempersiapkan dan melindungi orang Australia dari dampak terburuknya," kata Albanese kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Australia Larang Warga Iran Berkunjung, Ini Alasannya

Harga Melonjak Drastis

Bahan bakar di Australia mengalami kenaikan harga tajam sejak AS dan Israel menyerang Iran serta ditutupnya Selat Hormuz yang menyebabkan harga minyak melonjak.

Harga rata-rata bensin mencapai 238 sen Australia per liter pada Minggu lalu, dibandingkan 171 sen empat minggu sebelumnya, menurut data dari Australian Institute of Petroleum.

Sementara itu, harga diesel di Sydney melonjak menjadi 314,5 sen per liter pada Kamis (26/3/2026), menurut National Roads and Motorists' Association (NRMA). Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa.

Baca juga: Trump Jadwalkan Kunjungan ke China pada Mei, Bertemu Xi Jinping Usai Penundaan akibat Perang Iran

Stok Habis Bukan Karena Pasokan, Tapi Perilaku Beli

Ratusan stasiun pengisian bahan bakar di seluruh Australia dilaporkan kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar pekan ini. 

Namun, pemerintah menyatakan bahwa kelangkaan disebabkan oleh masalah permintaan dan distribusi, bukan pasokan.

Menteri Energi Chris Bowen mengatakan pasokan tetap pada tingkat yang sama seperti sebelum perang dimulai. 

"Untuk beberapa minggu ke depan, pasokan bensin, diesel, dan minyak Australia akan sama, bahkan lebih tinggi dari biasanya," ujarnya.

Baca juga: Thailand Siap Pangkas Pajak Minyak di Tengah Lonjakan Harga Energi

Peter Khoury dari NRMA menjelaskan bahwa kelangkaan terjadi karena perubahan kebiasaan beli masyarakat. "Orang-orang mengisi jeriken dan menyimpannya di garasi mereka," katanya.

Ia juga menyebut perusahaan transportasi mulai menginstruksikan pengemudi untuk mengisi bahan bakar setiap kali melihat diesel, meski tangki baru setengah penuh.

Stasiun Independen Paling Terdampak

Stasiun pengisian bahan bakar independen mengalami kesulitan mendapatkan pasokan karena mereka tidak memiliki kontrak jangka panjang yang diprioritaskan oleh perusahaan minyak. 

Sementara itu, di New South Wales, satu dari tujuh pengecer dilaporkan kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar.

Baca juga: Iran Waspada Invasi Pulau, Ancam Hantam Infrastruktur Musuh

Langkah Pemerintah dan Dampak Tambahan

Pemerintah sejauh ini telah mengeluarkan minyak dari stok nasional dan menurunkan standar bahan bakar untuk mengurangi kelangkaan. Mereka juga belum memberlakukan pembatasan atau jatah.

Albanese dijadwalkan menggelar pertemuan kabinet darurat pada Senin (30/3/2026) untuk merumuskan respons mengelola krisis bahan bakar ini.

Situasi diperparah dengan badai siklon di Australia Barat pada Kamis yang memicu pemadaman di dua pabrik LNG terbesar di dunia, Gorgon dan Wheatstone, yang memasok sekitar 5 persen pasar global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU