Video Detik-detik Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Dekat Sri Lanka, 87 Tewas
INDOZONE.ID - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa kapal selam mereka berhasil menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai selatan Sri Lanka. Departemen Perang AS, di akun X merilis video detik-detik kapal perang Iran dihantam sebuah torpedo.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa kapal The Iris Dena ditenggelamkan saat berlayar dekat pantai Sri Lanka. Pentagon merilis rekaman hitam-putih yang memperlihatkan torpedo berat Mark 48 menghantam lambung kapal, membuat air laut menyebut ke atas dan disusul kobaran api.
“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” ujar Hegseth. Ia menyebut serangan dilakukan pada Selasa malam.
Akibat serangan ini, setidaknya 87 pelaut Iran dilaporkan tewas. AS menyebutkan, kapal itu sedang berlayar di perairan internasional dalam perjalanan pulang usai mengikuti latihan angkatan laut yang diselenggarakan oleh India di Teluk Benggala.
Baca juga: Ini Wajah dan Profil Empat Tentara Pertama AS yang Tewas dalam Perang Melawan Iran
AS mengatakan, kapal itu merasa dirinya aman saat berlayar. Namun AS tidak semurah hati itu, apalagi di situasi perang seperti ini. Kapal selam AS langsung mengunci kapal Iran sebagai target yang harus dihancurkan.
https://t.co/PiqQpVIrMu pic.twitter.com/Wc1e0B0um7
— Department of War 🇺🇸 (@DeptofWar) March 4, 2026
Meski demikian, sejumlah mantan pejabat AS mempertanyakan apakah serangan yang melenyapkan seluruh kekuatan militer Iran melanggar hukum internasional.
Lebih lanjut, di hari kelima perang AS Vs Iran, pejabat Washington memperingatkan bahwa serangan berikutnya akan menyasar target yang lebih "dalam" di wilayah Iran.
Tak hanya itu, AS juga menyerang milisi pro-Iran di Irak, sementara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan akan terus melancarkan serangan rudal dan drone di berbagai wilayah Timur Tengah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengatakan penjaga pantai menerima panggilan darurat dari Iris Dena pada pukul 05.08 pagi Rabu. Awak kapal melaporkan terjadi ledakan.
“Pukul 06.00 kami mengirim satu kapal angkatan laut, dan pukul 07.00 kapal kedua diberangkatkan,” kata Herath. Ia menegaskan Sri Lanka berkewajiban merespons karena menjadi penandatangan konvensi internasional tentang pencarian dan penyelamatan maritim.
Otoritas Sri Lanka menyebut 32 orang berhasil diselamatkan dari kapal yang diperkirakan membawa 180 awak. Sebanyak 87 jenazah ditemukan di perairan sekitar lokasi kejadian. Saat tim penyelamat tiba, kapal fregat Iran itu sudah tenggelam sepenuhnya dan hanya menyisakan tumpahan minyak di permukaan laut.
Baca juga: Menlu Sugiono: Presiden Prabowo Siap Jadi Mediator AS-Iran Jika Kedua Pihak Mau Bernegosiasi
Kapal tersebut berada di luar perairan teritorial Sri Lanka, namun masih dalam zona ekonomi eksklusifnya, sekitar 44 mil laut dari kota Galle.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian