INDOZONE.ID - Badai salju hebat yang melanda Amerika Serikat menyebabkan gangguan besar pada pasokan listrik dan transportasi udara. Lebih dari 130.000 rumah dilaporkan mengalami pemadaman listrik hingga Sabtu (24/1/2026) malam waktu setempat, sementara ribuan penerbangan dibatalkan seiring meluasnya dampak cuaca ekstrem tersebut.
Berdasarkan data Poweroutage Tracker, pemadaman listrik paling banyak terjadi di negara bagian Texas dan Louisiana.
Di dua wilayah tersebut, lebih dari 100.000 rumah kehilangan aliran listrik akibat hujan salju lebat dan lapisan es yang membahayakan jaringan kelistrikan.
Badan Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) memperingatkan bahwa hujan salju tebal dan es berbahaya, diperkirakan meluas dari Texas bagian timur hingga Carolina Utara. Kondisi tersebut mendorong lebih dari 20 negara bagian menetapkan status darurat.
Baca juga: Badai Tropis Koto Tewaskan Tiga Orang di Vietnam, Satu Lainnya Hilang
Selain pemadaman listrik, badai musim dingin juga berdampak signifikan terhadap penerbangan. Portal pelacak penerbangan FlightAware melaporkan sekitar 1.459 penerbangan di dalam, menuju, atau dari Amerika Serikat dibatalkan pada Sabtu (24/1/2026) waktu setempat.
Sementara itu, sedikitnya 103 penerbangan telah dibatalkan untuk jadwal Minggu (25/1/2026), dengan potensi jumlah pembatalan terus bertambah.
ABC News melaporkan sedikitnya 11 negara bagian telah menetapkan status darurat akibat badai tersebut, termasuk Alabama, Arkansas, Georgia, Louisiana, Mississippi, Missouri, North Carolina, South Carolina, Tennessee, Texas, dan Virginia.
Badan Cuaca Nasional AS memperingatkan bahwa badai musim dingin yang signifikan dan berpotensi berlangsung lama ini akan membawa kombinasi salju lebat, hujan es, dan hujan beku yang meluas hingga Senin (26/1) waktu setempat.
Baca juga: Korban Tewas Topan Fung-wong di Filipina 27 Orang, Badai Bergerak ke Taiwan
“Gangguan perjalanan yang meluas, pemadaman listrik berkepanjangan, serta kerusakan besar pada pepohonan sangat mungkin terjadi,” demikian pernyataan NWS.
Suhu yang sangat dingin disertai angin kencang juga meningkatkan risiko hipotermia dan kondisi dingin ekstrem di sejumlah wilayah.
The Washington Post melaporkan badai ini berpotensi menjadi salah satu yang terluas dalam beberapa tahun terakhir, dengan sekitar 205 juta penduduk berada di wilayah yang menerima peringatan cuaca musim dingin terkait salju, es, dan kondisi ekstrem.
Puluhan kota besar diperkirakan terdampak, termasuk New York, Washington DC, Boston, dan Dallas. Di sejumlah lokasi, ketebalan salju diprediksi dapat mencapai hingga 20 inci atau sekitar 50,8 sentimeter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, Sputnik