INDOZONE.ID - Misi manusia kembali menjelajahi Bulan sepertinya akan segera terwujud tahun ini. NASA telah “memarkirkan” mega roket ke landasan peluncuran di Cape Canaveral, Florida, pada 18 Januari kemarin.
Misi yang diberi nama Artemis II ini akan menggunakan roket jenis baru, Space Launch System (SLS), yang dikonfirmasi sebagai roket terkuat di dunia saat ini. Roket SLS memiliki ketinggian 98 meter, kekuatan dorong setara dengan 28 jumbo jet, dan mampu mengangkat beban seberat 27 ton.
Baca juga: NASA Ajak 5 Perusahaan Besar Untuk Bergabung Dalam Misi Artemis
Dibutuhkan waktu hingga 12 jam untuk mengantarkan roket dari “bengkel” atau Vehicle Assembly Building ke landasan 39B di Kennedy Space Center dengan jarak sekitar 6,5 km. Roket diangkut menggunakan alat khusus bernama crawler-transporter yang memiliki berat 3 juta kilogram dan luas setara lapangan bola. Alat ini bergerak dengan kecepatan hanya 1,3 km/jam agar roket yang diposisikan secara vertikal dapat tiba dengan aman.
Setelah “diparkir”, NASA akan mengadakan wet dress rehearsal, yaitu uji pengisian bahan bakar serta prosedur peluncuran. Dari hasil tes ini, akan diputuskan apakah roket siap diluncurkan pada 6 Februari mendatang untuk mengantarkan empat astronot menuju Bulan.
Baca juga: NASA Memilih SpaceX untuk Misi ke Bulan Jupiter Europa
Misi Artemis II menandai kembalinya eksplorasi Bulan setelah absen selama 50 tahun. Dalam misi ini, para astronot Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen hanya akan mengelilingi Bulan. Sementara itu, pada misi selanjutnya, yakni Artemis III yang dijadwalkan sekitar awal 2028, tujuan akhirnya adalah mendarat di permukaan Bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC News