Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 08:22 WIB

Polisi Pastikan Aksi Penikaman di Taipei Dilakukan Pelaku Tunggal, Terencana Sejak Awal

Author

Foto yang dirilis Kantor Berita Pusat Taiwan pada 19 Desember 2025 memperlihatkan tim forensik polisi memasang garis pembatas di luar toko buku Eslite Nanxi usai serangan acak di Taipei. (Taipei Times)

INDOZONE.ID - Perkembangan penikaman di Taipei terbaru 2025 terus menjadi perhatian publik. 

Kepolisian Taiwan memastikan bahwa rangkaian serangan brutal yang terjadi di Stasiun Utama Taipei dan kawasan Zhongshan dilakukan oleh satu orang pelaku tanpa keterlibatan pihak lain.

Kesimpulan ini diperoleh setelah polisi menggeledah sejumlah lokasi terkait serta memeriksa orang tua pelaku. 

Baca juga: Presiden Taiwan Santap Sushi Jepang sebagai Gestur Dukungan di Tengah Ketegangan dengan China

Serangan yang terjadi pada Jumat malam tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 11 lainnya. Dua korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif.

Pelaku akhirnya meninggal dunia setelah melompat dari sebuah gedung saat berusaha melarikan diri dari kejaran polisi.

Polisi mengungkap identitas pelaku penikaman di Taipei sebagai Chang Wen, pria berusia 27 tahun yang tidak memiliki pekerjaan tetap. 

Baca juga: Korban Tewas Topan Fung-wong di Filipina 27 Orang, Badai Bergerak ke Taiwan

Chang diketahui memiliki catatan kriminal sebelumnya dan masih memiliki surat penangkapan yang belum diselesaikan.

Dalam penggeledahan di tempat tinggalnya di Taipei dan Taoyuan, aparat menemukan sejumlah bom molotov, baik di rumah pelaku maupun di hotel tempat ia menginap. 

Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa aksi tersebut telah dipersiapkan dengan matang.

Direktur Jenderal Badan Kepolisian Nasional Taiwan, Chang Jung-hsin, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan bukti adanya kaki tangan atau jaringan lain yang terlibat dalam serangan tersebut.

Hingga kini, motif penyerangan di Taipei masih menjadi fokus utama penyelidikan. 

Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan pemerintah telah memerintahkan aparat untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap latar belakang pelaku, termasuk kemungkinan adanya faktor pribadi atau psikologis yang melatarbelakangi aksi kekerasan tersebut.

Sambil menjenguk para korban di rumah sakit, Lai juga menegaskan bahwa pengamanan akan diperketat di ruang publik dan area ramai demi menjaga stabilitas dan rasa aman masyarakat.

Perdana Menteri Cho Jung-tai menyebut insiden ini sebagai tindakan yang disengaja dan bukan serangan spontan, sejalan dengan temuan awal polisi.

Berdasarkan linimasa resmi kepolisian, Chang mulai menjalankan aksinya sejak Jumat siang. Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, ia membakar sepeda motor dan mobil di Jalan Chang’an Timur, Taipei. 

Dua jam kemudian, Chang membakar apartemen sewaannya sebelum bergerak menuju Stasiun Utama Taipei.

Dengan mengenakan masker gas, topi hitam, kacamata pelindung, serta rompi antipeluru, ia menarik troli lipat berisi bom asap ke lorong bawah tanah dekat Pintu Keluar M7. 

Di lokasi tersebut, ia melempar bom asap dan menikam seorang pria berusia 57 tahun yang berusaha menghentikannya. Korban meninggal dunia akibat luka serius.

Pelaku kemudian kembali ke hotel untuk mengambil senjata tambahan sebelum melanjutkan serangan di kawasan Stasiun Zhongshan, tepatnya di pusat perbelanjaan Eslite. 

Aksi tersebut berakhir ketika Chang tewas setelah melompat dari gedung saat berusaha menghindari penangkapan.

Pasca penikaman di Taipei terbaru 2025, pengamanan diperketat di berbagai wilayah Taiwan.

Wali Kota Taipei Chiang Wan-an menyatakan bahwa aparat keamanan akan disiagakan secara maksimal menjelang perayaan Tahun Baru dan agenda publik berskala besar.

Kendaraan anti-huru-hara, anjing polisi, serta patroli tambahan akan ditempatkan di pusat perbelanjaan dan area padat pengunjung. Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Meski kasus kejahatan kekerasan tergolong jarang di Taiwan, insiden ini mengingatkan publik pada tragedi penikaman di MRT Taipei pada 2014 yang menewaskan empat orang, sebuah peristiwa yang sempat mengguncang rasa aman masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Taipei Times

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU