Sabtu, 18 OKTOBER 2025 • 13:03 WIB

Pangeran Andrew Resmi Lepas Gelar Duke of York Setelah Bertahun-tahun Diterpa Skandal

Author

Pangeran Andrew meninggalkan Westminster Abbey usai upacara penobatan Raja Charles dan Ratu Camilla di London, Inggris, pada 6 Mei 2023. (Reuters/Toby Melville)

INDOZONE.ID - Kabar mengejutkan datang dari keluarga kerajaan Inggris. Pangeran Andrew lepas gelar Duke of York setelah bertahun-tahun menjadi sorotan publik akibat berbagai skandal yang membayangi reputasinya. 

Keputusan ini ia umumkan secara resmi pada Jumat (17/10/2025), disertai alasan untuk menjaga martabat kerajaan serta menghindari gangguan terhadap sang raja.

Pangeran berusia 65 tahun itu menyampaikan bahwa gelar Pangeran Andrew dicopot dengan persetujuan Raja Charles, dan dirinya kini memilih untuk menempatkan kepentingan keluarga serta negara di atas segalanya.

Baca juga: Pangeran William Beberkan Kondisi Terkini Kate Middleton di Tengah Pengobatan Kanker

Saya telah memutuskan untuk menempatkan kewajiban kepada keluarga dan negara sebagai prioritas utama. Dengan persetujuan Yang Mulia Raja, saya merasa sudah saatnya melangkah lebih jauh dan tidak lagi menggunakan gelar maupun kehormatan yang pernah diberikan,” ujar Andrew dalam pernyataannya.

Meski begitu, ia kembali menegaskan bahwa semua tuduhan terhadapnya tidak benar dan akan terus dibantah.

Nama Pangeran Andrew memang tidak lepas dari bayang-bayang skandal Pangeran Andrew yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade. 

Baca juga: Pangeran William Dilaporkan Sewa Pengacara Cerai, Benarkah akan Pisah dengan Kate Middleton?

Dulunya dikenal sebagai perwira Angkatan Laut Inggris yang berani dan pernah bertugas di Perang Falklands, kini reputasinya runtuh akibat tuduhan pelecehan seksual serta hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein.

Andrew sempat mundur dari jabatan duta perdagangan Inggris pada 2011, berhenti dari tugas-tugas resmi kerajaan pada 2019, dan kehilangan gelar militer serta patronase kerajaan pada 2022. 

Tahun itu juga, ia menyelesaikan kasus hukumnya di luar pengadilan dengan Virginia Giuffre, perempuan yang menuduhnya melakukan pelecehan saat dirinya masih remaja.

Giuffre, yang meninggal pada April lalu, kembali jadi perbincangan setelah buku memoarnya terbit minggu ini. 

Dalam cuplikan yang diterbitkan The Guardian, Giuffre menggambarkan Andrew sebagai sosok yang “merasa berhak” dan meyakini bahwa memiliki hubungan dengannya adalah “hak lahirnya”.

Langkah Andrew untuk melepaskan gelar tersebut rupanya sejalan dengan pendapat masyarakat. Sebuah survei YouGov menunjukkan bahwa 67 persen warga Inggris mendukung gelar Pangeran Andrew dicopot, sementara hanya 13 persen yang menentangnya. 

Survei lain juga mencatat bahwa hanya 5 persen publik masih memiliki pandangan positif terhadap dirinya.

Meski kehilangan status sebagai Duke of York, Andrew tetap menyandang gelar pangeran, sesuai garis keturunannya. Ia tetap akan tinggal di Royal Lodge, kawasan tempat tinggal mewah di sekitar Kastil Windsor.

Namun, status Pangeran Andrew di kerajaan kini semakin terbatas. Ia tidak lagi diundang ke acara keluarga kerajaan, termasuk perayaan Natal di Sandringham. 

Dua putrinya, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, tidak terpengaruh oleh keputusan ini. Sedangkan mantan istrinya, Sarah Ferguson, juga kehilangan gelar Duchess of York.

Nama Sarah Ferguson ikut terseret dalam berita keluarga kerajaan Inggris. Beberapa lembaga amal memutuskan hubungan dengannya setelah beredar kembali laporan lama yang menyebut ia pernah menyebut Jeffrey Epstein sebagai “teman luar biasa” dalam sebuah email, tiga tahun setelah Epstein dinyatakan bersalah atas kasus kejahatan seksual pada 2008.

Tak hanya itu, hubungan bisnis Andrew juga jadi sorotan. Dokumen pengadilan mengungkap bahwa seorang pengusaha asal Tiongkok yang pernah membantu Andrew mencari investor di China, kemudian dilarang masuk ke Inggris karena dianggap membahayakan keamanan nasional. 

Pengusaha tersebut bahkan pernah diundang ke pesta ulang tahunnya, yang makin memperkuat kritik terhadap penilaian dan lingkar sosial Pangeran Andrew.

Keputusan Pangeran Andrew lepas gelar Duke of York menjadi hal penting dalam upaya keluarga kerajaan Inggris untuk menjaga reputasi mereka dari berbagai kontroversi yang menodai citra publik. 

Meski Andrew masih memiliki status pangeran, banyak pihak menilai jalan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap dirinya sudah semakin sulit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Latimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU