INDOZONE.ID - Sebuah kasus mengejutkan menimpa layanan Train Suite Shiki-Shima, salah satu kereta paling bergengsi di Jepang.
Perjalanan kereta mewah Jepang dibatalkan setelah terungkap bahwa sebagian awak kereta minum alkohol melebihi batas yang diizinkan dengan alasan “uji kualitas”.
Anak perusahaan East Japan Railway Company (JR East) mengonfirmasi bahwa perilaku ini sudah berlangsung sejak September 2022.
Baca juga: Eurostar Akan Hadirkan Kereta Cepat Langsung dari Inggris ke Swiss pada Awal 2030-an
“Beberapa kru kereta Jepang mabuk di luar batas yang diperbolehkan dalam proses kontrol kualitas. Tindakan ini tidak bisa diterima dan merusak kepercayaan publik,” jelas JR East View Tourism and Sales.
Akibat skandal tersebut, kereta Shiki-Shima dibatalkan untuk perjalanan yang seharusnya dimulai pada 30 Agustus di wilayah Niigata dan Nagano.
Setidaknya enam staf telah ditangguhkan dari tugasnya, membuat operasional terganggu dan terjadi kekurangan tenaga kerja.
Baca juga: Kronologi Bom Raksasa 500 Kg Ditemukan di Stasiun Kereta Prancis, Diduga Bekas Perang Dunia II
Kereta mewah ini dikenal dengan paket perjalanan dua malam satu hari seharga lebih dari US $3.000 atau sekitar Rp48 juta.
Penumpang biasanya menikmati makan malam ala Prancis, koleksi anggur mahal, hingga kunjungan ke kilang anggur. Namun, semua kemewahan itu harus tertunda karena ulah sebagian kru.
JR East menyampaikan permintaan maaf mendalam kepada para pelanggan yang telah menantikan perjalanan tersebut.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” tulis perusahaan dalam keterangannya.
Kasus ini menjadi pukulan bagi reputasi kereta mewah Jepang yang selama ini dikenal dengan standar pelayanan tinggi.
Fakta bahwa awak kereta minum alkohol berlebihan hingga memicu pembatalan perjalanan menyoroti pentingnya disiplin di sektor transportasi premium.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Japan Times