INDOZONE.ID - Kebakaran hutan hebat di Eropa terus meluas pada Rabu (13/8/2025), dipicu oleh gelombang panas, angin kencang, serta dugaan pembakaran disengaja dan sambaran petir.
Api menghanguskan rumah, memaksa ribuan warga serta wisatawan mengungsi, dan meninggalkan kerusakan luas di berbagai wilayah Eropa Selatan.
Berdasarkan data EU Science Hub Joint Research Centre, total lahan terbakar di zona euro sejak awal 2025 telah mencapai hampir 440 ribu hectare atau dua kali lipat dari rata-rata tahunan untuk periode yang sama sejak 2006.
Baca juga: Perancis Dilanda Kebakaran Hebat, Api Lahap Area Seluas Kota Paris
Situasi terkini kebakaran hutan di Eropa menunjukkan tantangan besar dalam penanganan dan pencegahan bencana serupa di masa depan.
Di Yunani, kebakaran merambah kebun zaitun, hutan, bahkan mencapai pabrik semen di pinggiran Kota Patras, barat Athena. Rel kereta api pun terganggu. Relawan asal Athena, Giorgos Karvanis, menggambarkan situasi itu seperti “hari kiamat”.
Pemerintah memerintahkan evakuasi ribuan warga dari sebuah kota berpenduduk sekitar 7.700 orang. Dua desa terdekat juga mendapat peringatan serupa.
Baca juga: Kebakaran Terjadi di Restoran Tiongkok Timur Laut, 22 Orang Tewas
Di Pulau Chios dan Cephalonia yang menjadi dua destinasi wisata populer warga dan turis diarahkan ke lokasi aman karena api terus meluas.
Dampak kebakaran hutan di Eropa Selatan ini bukan hanya menghancurkan ekosistem, tetapi juga mengancam sektor pariwisata yang menjadi sumber ekonomi penting.
Di Spanyol, seorang relawan pemadam berusia 35 tahun tewas akibat luka bakar parah saat mencoba membuat jalur pembatas api di Castile dan Leon.
Ia menjadi korban ke-6 kebakaran hutan di Spanyol tahun ini. Badan cuaca AEMET mengeluarkan peringatan risiko kebakaran ekstrem di hampir seluruh wilayah.
Ahli manajemen kebakaran hutan dari European Forest Institute, Alexander Held, menegaskan bahwa medan yang tidak dipersiapkan membuat nyawa pemadam terancam.
Menurutnya, investasi sekitar €1 miliar per tahun dalam pengelolaan hutan bisa menghemat biaya hingga €99 miliar untuk pemadaman dan pemulihan.
Menteri Lingkungan Spanyol, Sara Aagesen, menyebut banyak kebakaran kemungkinan ulah pembakar liar.
Seorang pemadam pria ditangkap karena memicu kebakaran di Avila, sementara seorang wanita berusia 63 tahun diselidiki terkait kebakaran di Galicia. Polisi juga mengidentifikasi tersangka lain di Cadiz yang mengalami luka bakar di tangan.
Selain pembakaran, petir juga menjadi penyebab. Di Huelva, Andalusia, sambaran petir membakar hutan kastanye memicu evakuasi sekitar 250 orang.
Kebakaran hutan hebat di Eropa ini juga melanda Portugal, tepatnya di Trancoso, yang kembali berkobar setelah tersambar petir.
Di Albania, Menteri Pertahanan Pirro Vengu menyebut pekan ini sebagai periode kritis. Tercatat 24 titik kebakaran besar yang ditangani 10 ribu petugas gabungan. Api sempat mencapai dua desa, memaksa penduduk mengungsi sambil membawa ternak mereka.
Penanganan kebakaran hutan di Eropa menjadi tantangan karena melibatkan kerja sama lintas negara untuk mengendalikan api yang meluas dengan cepat.
Di Italia, Kementerian Kesehatan mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk 16 kota, termasuk Florence yang diperkirakan mencapai suhu 39°C.
Paus Leo bahkan memindahkan audiensi mingguan dari Lapangan Santo Petrus ke dalam ruangan demi menghindari terik. Kebakaran hutan di Spanyol, Italia, dan Yunani menjadi bukti nyata bahwa perubahan iklim memperburuk intensitas bencana ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Washington Post