Rabu, 06 AGUSTUS 2025 • 18:15 WIB

Gyeongju Bersolek Sambut KTT APEC 2025, Siap Tunjukkan Wajah Budaya Korea

Author

Kuil Bulguksa di kota Gyeongju, Korea Selatan. (Yonhap News)

INDOZONE.ID - Kurang dari tiga bulan menjelang perhelatan besar, kota kuno Gyeongju tengah bersiap menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang akan digelar pada akhir Oktober 2025. 

Gyeongju jadi tuan rumah KTT APEC 2025, dan momentum ini diharapkan dapat mengangkat nama kota tersebut ke panggung global sekaligus menjadi ajang diplomasi yang menampilkan kekayaan budaya Korea.

KTT APEC tahun ini menjadi yang kedua kalinya digelar di Korea Selatan setelah sebelumnya berlangsung di Busan pada tahun 2005.

Baca juga:  Jepang Panik Karena Stok Menipis, Korea Selatan Pusing Karena Surplus Beras

Acara ini juga menjadi momen penting bagi Presiden Lee Jae-myung yang baru menjabat pada Juni lalu, setelah masa transisi politik yang cukup penuh gejolak.

Terletak sekitar 270 kilometer dari Seoul, Gyeongju adalah kota bersejarah yang dulunya merupakan ibu kota Kerajaan Silla. 

Dengan julukan “museum tanpa dinding”, kota ini menyimpan berbagai situs peninggalan kuno yang memesona, seperti pagoda, makam kerajaan, dan kuil-kuil bersejarah.

Baca juga: Jepang Panik Karena Stok Menipis, Korea Selatan Pusing Karena Surplus Beras

Meski memiliki sejarah lebih dari seribu tahun, Gyeongju sering kali terlewatkan oleh wisatawan asing. Padahal kota ini adalah rumah bagi Kuil Bulguksa, salah satu situs Warisan Dunia UNESCO yang dibangun pada abad ke-8. 

Di sinilah juga terdapat Lonceng Raja Seongdeok, lonceng kuno berusia lebih dari 1.200 tahun yang menjadi simbol kejayaan masa lalu.

Menurut Kim Yeon-ho, pemandu di Museum Nasional Gyeongju, “Gyeongju adalah akar dari budaya Korea. Mustahil memahami jati diri bangsa ini tanpa mengenal kota ini.

Museum tersebut akan menjadi lokasi jamuan makan malam resmi KTT, yang dirancang untuk memperkenalkan para pemimpin dunia pada kekayaan budaya Dinasti Silla. Tak heran jika budaya Korea di KTT APEC kali ini akan menjadi sorotan utama yang memperkuat identitas tuan rumah.

Tahun lalu, Gyeongju mencatat sekitar 48 juta kunjungan dari wisatawan domestik, namun hanya 1,2 juta wisatawan asing yang berkunjung. Warga setempat berharap pariwisata Gyeongju di APEC 2025 bisa bangkit dan menarik lebih banyak pengunjung dari luar negeri.

Saya berharap acara ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan daerah kami dan membuat orang-orang ingin datang berkunjung,” kata Kim, salah satu warga lokal.

Provinsi Gyeongsang Utara menargetkan 7.700 pengunjung harian dan sekitar 30.000 peserta selama dua hari penyelenggaraan KTT pada 31 Oktober hingga 1 November. 

Penelitian memperkirakan acara ini akan menciptakan 23.000 lapangan kerja baru dan mendatangkan nilai ekonomi lebih dari US $5 miliar.

Tak hanya pemerintah, warga Gyeongju juga turut ambil bagian dalam persiapan. Pedagang pasar tradisional, seperti Ryu Ho-jin, mulai mempromosikan toko dan jajanan khas seperti Jeonbyeong (kerupuk tradisional Korea) melalui media sosial populer Tiongkok seperti Xiaohongshu.

Ryu berharap lonjakan kunjungan wisatawan, terutama dari Tiongkok, dapat meningkatkan penjualan. “Saya ingin memperkenalkan makanan lokal kepada wisatawan asing,” ujarnya.

Beberapa warga bahkan mengikuti pelatihan bahasa Inggris dan kelas etika demi menyambut tamu asing dengan lebih baik. “Saya memang sibuk, tapi saya meluangkan waktu agar bisa menyambut pengunjung dengan baik,” ungkap seorang penjual di pasar.

Meski antusiasme tinggi, tidak sedikit warga yang menyuarakan kekhawatiran terkait kesiapan Gyeongju sebagai tuan rumah acara internasional sebesar ini.

Ini kali pertama kota kita menjadi tuan rumah acara sebesar ini. Tentu ada rasa khawatir bisa mengecewakan,” ujar Kwon Ro-wook, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seongdong. 

“Tapi saya percaya, sebagai kota yang telah ada selama 1.000 tahun, Gyeongju pasti bisa melaksanakannya dengan baik.”

Sementara itu, Kim Sang-chul, Kepala Kantor Persiapan KTT APEC, menyatakan optimisme penuh bahwa semua infrastruktur akan siap tepat waktu. Ia menyebut ada 12 fasilitas penginapan di kawasan wisata Bomun, termasuk tiga hotel bintang lima.

Pengunjung bisa tiba melalui Bandara Internasional Incheon, lalu melanjutkan perjalanan dengan mobil atau kereta cepat. Alternatif lainnya adalah melalui Bandara Gimhae yang lebih dekat, sekitar 91 km dari Gyeongju.

Saat ini, pekerjaan pembangunan terus dikebut. Para pekerja membagi waktu kerja untuk menghindari panas ekstrem yang sempat melanda Korea Selatan bulan lalu, dengan suhu siang hari mencapai lebih dari 40°C.

Kim menegaskan bahwa pembangunan aula pameran sudah setengah jalan, dan ruang jamuan makan juga hampir rampung. “Dengan menjadikan kualitas dan keselamatan sebagai prioritas, kami yakin semua akan selesai pada bulan September,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Yonhap News

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU