INDOZONE.ID - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan telah menetapkan putrinya, Kim Ju Ae, sebagai pewaris takhta.
Lembaga intelijen Korea Selatan (NIS) menyampaikan kesimpulan ini kepada para anggota parlemen di Seoul, Kamis (12/2/2026), setelah mengamati berbagai sinyal dari Pyongyang.
Remaja berusia 13 tahun itu dalam beberapa bulan terakhir tampil semakin menonjol mendampingi sang ayah.
Puncaknya, kunjungan kenegaraan ke Beijing pada September lalu—yang menjadi perjalanan luar negeri pertamanya yang diketahui publik.
"Kami mempertimbangkan berbagai keadaan, termasuk kehadirannya yang semakin menonjol di acara-acara resmi," ujar NIS.
Baca juga: AS Kerahkan Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah, Sinyal Keras Agar Iran Segera Capai Kesepakatan
Anggota parlemen Lee Seong-kwen mengungkapkan, sebelumnya NIS hanya menyebut Ju Ae sedang "dilatih" sebagai penerus.
Kini statusnya naik kelas ke tahap "penunjukan resmi sebagai penerus."
Indikasinya terlihat dari kehadirannya di peringatan pendirian Tentara Rakyat Korea hingga kunjungan ke Istana Matahari Kumsusan.
Yang lebih penting, intelijen mendeteksi Ju Ae mulai menyuarakan pendapatnya soal kebijakan negara tertentu.
Gadis itu pertama kali muncul di televisi pemerintah pada 2022, menggenggam tangan ayahnya sambil mengamati rudal balistik antarbenua terbaru.
Baca juga: Perusahaan Cina Akan Produksi Lithium dari Tambang Sengketa dengan Cadangan Terbesar di Kongo
Sejak saat itu, frekuensi kemunculannya meningkat drastis—sebuah langkah yang tak hanya memoles citra Kim Jong Un sebagai diktator kejam, tetapi juga memperkenalkan calon pemimpin masa depan.
Penampilan Ju Ae kerap mencuri perhatian. Ia terlihat membiarkan rambutnya panjang—sesuatu yang dilarang bagi remaja seusianya di Korea Utara—dan mengenakan pakaian desainer yang jauh dari jangkauan kebanyakan warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC