Mewakili Mendiktisaintek, Hasan Chabibie Singgung Teknologi AI yang Relevan dengan Civitas Akademika
INDOZONE.ID - Mengusung tema “Sinergi Inovasi Menggapai Prestasi,” Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) baru saja merayakan puncak peringatan Dies Natalis ke-61 di Auditorium UNY pada Rabu (21/5/2025).
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 2.500 orang dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, mitra kerja dan undangan dari berbagai instansi. Tampak hadir juga Wakil Gubernur DIY Sri Paduka KGPAA Paku Alam X, Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Dr. Muhammad Hasan Chabibie serta Sekretaris Executive FRI Dr. Martadi.
Pada acara tersebut semua dosen dan tendik mengenakan busana tradisional berupa Kain Lurik Gagrak Mataram. Selain itu, pada kesempatan tersebut Rektor UNY juga berkesempatan mengalunkan tembang macapatan diiringi Karawitan Kampus. Ini sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal Yogyakarta sebagai tempat berdirinya UNY.
Dalam pidatonya, Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, menyampaikan bahwa sinergitas antara civitas akademika UNY terus terjaga kuat hingga saat ini.
Baca Juga: Terkena Reshuffle, Berikut Deretan Kontroversi dan Polemik Mendikti Satryo Selama 122 Hari Menjabat
“Tata kelola perguruan tinggi yang qualified ditandai dengan peningkatan kualitas SDM. Oleh karena itu, kami harus selalu mendorong para dosen untuk menempuh pendidikan hingga jenjang S3,” ujar Rektor Sumaryanto.
Sumaryanto juga menyampaikan, Dies Natalis UNY tahun ini ditandai dengan capaian membanggakan yakni sebanyak 116 dosen UNY telah resmi menyandang gelar Guru Besar, dan 14 lainnya dalam proses menyusul.
"Tentu ini menjadi langkah strategis UNY untuk mencapai standar World Class University, di mana minimal 80 persen dosen harus bergelar Guru Besar. Saat ini, baru satu fakultas di UNY yang telah memenuhi rasio tersebut," ungkap Sumaryanto.
Kendati demikian, UNY memiliki visi menjadi universitas kependidikan kelas dunia yang unggul. Pada 2009 lalu, ujar Sumaryanti, UNY diberikan amanah untuk menjadi institusi Badan Layanan Umum (BLU)
"13 tahun kemudian tepatnya pada 22 Oktober 2022 dengan keluarnya PP No.35/2022, alhamdulillah dengan penuh perjuangan UNY diberi anugerah PTNBH. Sungguh perjuangan yang tidak mudah," ujarnya.
Peningkatan gelar doktor terhadap dosen UNY nampak terlihat dari tahun ke tahun. Pada 2021, jumlah dosen bergelar doktor baru 426 orang atau 35,83%. Kemudian pada 2025 dosen yang menyandang gelar doktor telah mencapai 704 orang atau 46,50%. Ditambah saat ini sebanyak 632 dosen UNY tengah menempuh studi S3.
"Selain dosen, tenaga kependidikan (tendik) juga didorong untuk melanjutkan studi. Hingga saat ini, 8 orang tendik UNY telah bergelar doktor sebagai bukti komitmen peningkatan SDM secara menyeluruh," bebernya.
UNY : 80 Persen Alumni Telah Bekerja Sesuai Cita-Cita
Sementara peningkatan prestasi mahasiswa, baik dalam bidang penalaran akademik maupun olahraga. Sumaryanto menegaskan tidak ada disparitas dalam pengembangan minat dan bakat antar bidang.
"Saat ini UNY juga mencatat 80 persen alumni telah mendapatkan pekerjaan sesuai cita-cita mereka, hal ini menunjukkan efektivitas sistem pendidikan dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja," katanya.
"Artinya, perguruan tinggi yang berkualitas ditandai salah satunya SDM yang kualifikasinya meningkat, akademik tendiknya meningkat, termasuk mahasiswanya. Sampai saat ini juga, UNY tidak punya hutang dan tidak pernah menjual aset,” tegas Sumaryanto.
Berikutnya di sektor sarana dan prasarana, UNY terus berbenah setiap tahunnya. Di 2025 sejumlah prasarana dan sarana terus dikembangkan di antaranya Student Dormstay FIKK 8 Lantai tahap 2, renovasi Gelanggang Mahasiswa, pembangunan sejumlah jembatan dan masih banyak lagi.
"Saya berpesan kepada civitas akademika UNY untuk membekali pendidikan karakter bagi mahasiswanya, sehingga mahasiswa tetap mempunyai rasa cinta tanah air, serta mampu menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai prioritas utama," pesan Sumaryanto.
BACA JUGA Perguruan Tinggi Kelola Tambang : Mendikti Satryo "Bungkam", Rektor UNY "Dawuhi"
Salah satu momen istimewa dalam acara ini yakni penyampaian orasi ilmiah oleh Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), yang dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi Pengembangan Ekonomi dan Kawasan Khusus FRI Prof. Muhammad Irhas.
Bertajuk "Menciptakan Sumberdaya Manusia (SDM) Unggul Indonesia Yang Inovatif, dan Kolaboratif, Melalui Kampus Berdampak", Prof. Muhammad Irhas menegaskan bahwa gerakan ‘Kampus Berdampak’ menjadi simbol transformasi pendidikan untuk memastikan seluruh aktivitas pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan output akademik, tetapi juga outcome yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut Irhas, gerakan tersebut sekaligus merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan pembangunan nasional dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
“Saya berpesan kepada civitas akademika UNY untuk membekali pendidikan karakter bagi mahasiswanya, sehingga mahasiswa tetap mempunyai rasa cinta tanah air, serta mampu menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai prioritas utama,” tegas Rektor UPN Veteran Yogyakarta tersebut.
Sehingga peran perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat solusi nyata, menjadi motor inovasi sosial dan ekonomi berkelanjutan untuk masyarakat.
“Dan yang tidak kalah penting juga menjadi mediator kolaborasi antar pihak. Dengan demikian kampus berdampak harus digerakkan melalui kemampuan inovatif, dan kolaboratif dari seluruh civitas akademika,” pungkas Irhas.
BACA JUGA Bekerja Sama dengan UNY, Yayasan Mutiara Cendekia Nusantara Kini Tebar Bantuan di Yogyakarta
Selanjutnya, mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Hasan mengapresiasi tema dies UNY tahun ini. Menurutnya sangat relevan dengan perkembangan sekarang terutama keberadaan tenologi artificial intelligence (AI) yang saat ini marak digunakan civitas akademika tidak dapat dipungkiri.
"Namun sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi untuk membersamai hal itu seiring sejalan dengan logika kritis untuk membangun harus diikhtiarkan. Pada titik ini lah sinergi inovasi menggapai prestasi harus menemukan momentum dan strateginya sehingga akan melahirkan prestasi di waktu yang akan datang," ujar Hasan.
Pada Pada kesempatan ini Hasan mewakili Mendiktisaintek juga sekaligus meresmikan dua fakultas baru di UNY dengan menandatangani prasasti bagi Fakultas Psikologi dan Fakultas Hukum UNY. Dalam kesempatan ini juga diserahkan penghargaan bagi dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa berprestasi di UNY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung