Sabtu, 03 MEI 2025 • 07:45 WIB

Mantan Perdana Menteri Korea Selatan Resmi Nyapres Setelah Kekacauan Politik

Author

Mantan penjabat presiden Han Duck Soo berbicara kepada media setelah secara resmi mengumumkan pencalonan dirinya dalam pemilihan presiden di Majelis Nasional di Seoul pada tanggal 2 Mei 2025.

INDOZONE.ID - Han Duck Soo, mantan Perdana Menteri Korea Selatan, secara resmi mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan presiden Korea Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2025.

Langkah ini diambil menyusul kekacauan politik Korsel yang dipicu oleh pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol akhir tahun lalu.

Seperti diketahui, pilpres Korea Selatan setelah skandal Yoon Suk Yeol menjadi sorotan publik setelah sang presiden sebelumnya mendeklarasikan darurat militer yang kontroversial pada Desember.

Tindakan tersebut menimbulkan gejolak politik yang berkepanjangan dan mengguncang stabilitas pemerintahan.

Baca Juga: Kediaman Pribadi Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Digeledah Jaksa

Dalam konferensi pers di Gedung Majelis Nasional, Han menyatakan bahwa ia siap memikul tanggung jawab lebih besar demi masa depan negara.

“Untuk Republik Korea yang saya cintai dan demi seluruh rakyat, saya memutuskan untuk melakukan apa yang bisa saya lakukan,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan secara nasional.

Ia juga menegaskan kesiapannya untuk dipilih oleh rakyat dalam berita pilpres Korea Selatan yang tengah memanas.

Baca Juga: Yoon Suk Yeol Resmi Dicopot dari Jabatannya sebagai Presiden Korea Selatan

Han sempat menjabat sebagai presiden sementara usai Yoon dimakzulkan oleh parlemen. Tokoh berpengalaman berusia 75 tahun ini telah lama berkecimpung di dunia birokrasi, dan diharapkan akan berkoalisi dengan Partai Kekuatan Rakyat guna menghadapi calon kuat dari kubu liberal, Lee Jae Myung calon presiden Korea Selatan yang sedang naik daun.

Namun posisi Lee saat ini juga goyah. Mahkamah Agung Korea Selatan baru saja membatalkan vonis bebas terhadapnya dalam kasus dugaan pernyataan palsu selama kampanye sebelumnya.

Ini menjadi pukulan telak yang bisa saja menggagalkan pencalonannya dalam pilpres mendatang.

Sementara itu, krisis politik kian rumit setelah Choi Sang Mok, Menteri Keuangan yang digadang-gadang menggantikan Han sebagai presiden sementara, memilih mengundurkan diri sehari sebelum proses pemakzulan terhadapnya dimulai.

Ini semakin menegaskan bahwa kekacauan politik Korsel picu mantan PM nyapres sebagai upaya menenangkan situasi nasional.

Han memiliki rekam jejak yang panjang dalam pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai menteri keuangan, menteri perdagangan, dan duta besar untuk Amerika Serikat.

Selain itu, ia dua kali dipercaya menjadi perdana menteri, yakni pada masa Presiden Roh Moo-hyun dan Presiden Yoon.

Dalam kampanyenya, Han menjanjikan reformasi besar, termasuk mengubah konstitusi agar masa jabatan presiden tidak terlalu lama.

Ia juga berkomitmen menyelesaikan isu perdagangan dengan Amerika Serikat yang menjadi sorotan publik.

Kini, dengan pencalonan Han, peta persaingan dalam berita pilpres Korea Selatan Lee Jae Myung dan lawan-lawannya semakin sengit.

Pemilu mendatang dipastikan akan menjadi momen krusial bagi masa depan demokrasi dan stabilitas politik di negeri Ginseng.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nypost.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU