INDOZONE.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Jember kini memiliki dapur umum (DU) di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos), Kecamatan Kaliwates.
Fasilitas ini bertujuan menyediakan makanan bagi para penghuni Liposos, untuk menggantikan sistem katering yang sebelumnya digunakan.
Kepala UPT Liposos Dinsos Jember, Roni Effendi, menjelaskan bahwa dapur umum ini sudah direncanakan sejak 2024.
Keberadaannya diharapkan lebih fleksibel dalam menangani jumlah penghuni yang bisa berubah sewaktu-waktu.
"Adanya dapur umum itu, kita dibantu relawan untuk memasak dan menyiapkan makanan itu. Guna mengantisipasi jumlah klien ini kan fluktuatif, naik turun," kata Roni, Minggu (16/2/2025).
Sistem katering yang digunakan sebelumnya dinilai kurang efektif karena keterbatasan jumlah porsi. Jika ada penghuni baru yang masuk setelah katering tiba, mereka tidak mendapatkan jatah makanan.
"Nah, dengan adanya DU ini, ketika ada klien baru. Berapapun jumlah klien yang masuk, insyaallah bisa kita berikan makanan. Jadi tidak perlu bingung untuk membeli makanan dari luar katering," jelasnya.
Baca Juga: Diduga Curi Motor, Pria di Jember Nyaris Tewas Diamuk Massa
Bukan untuk Efisiensi Anggaran
Saat ditanya apakah dapur umum ini bagian dari upaya penghematan anggaran, Roni menegaskan bahwa hal tersebut bukan tujuannya.
"Itu tidak ada upaya itu. Kita (di Liposos Jember), tidak ada upaya efisiensi anggaran sampai dengan hari ini. Tapi ini memang program, (sengaja) disiapkan untuk 2025 ini dengan adanya dapur umum ini," katanya.
Selain untuk penghuni Liposos, dapur umum ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan makanan gratis.
"Dengan adanya DU ini, kita pasti kan memasaknya lebih. Tidak mungkin hanya untuk 56 klien, sesuai program yang kita lakukan. Jadi kita memasak lebih, apakah 60 makanan maupun lebih," ucap Roni.
Sisa makanan yang tersedia bisa dimanfaatkan oleh relawan atau masyarakat yang membutuhkan.
"Insyaallah lauk pauk dan nasinya ada," tambahnya.
Menu Beragam
Meski jumlah makanan yang disiapkan cukup banyak, Roni memastikan bahwa standar gizi tetap diperhatikan.
"Dari memenuhi kebutuhan makanan ini. Kami juga sesuai dengan aturan, yakni memenuhi kaidah 4 sehat 5 sempurna. Termasuk minuman, dan buah juga kita lengkap," tuturnya.
Baca Juga: Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Sanenrejo Jember, Kades Dituding Gelapkan Dana Pajak Rp400 Juta
Dapur umum ini beroperasi tiga kali sehari—pagi, siang, dan malam, dengan bantuan relawan.
Salah satu relawan, Dinda Nur Aisyah, menyebut menu yang disajikan selalu berbeda setiap harinya.
"Baik pagi, siang, dan sore (waktu menyiapkan makanan) beda-beda menunya. Untuk menyiapkan makanan pagi itu dari pukul 7 pagi, siang sekitar jam 12, dan untuk makan malam, disiapkan dari pukul 5 sore. Untuk makanannya setiap hari, antara 50-60 kotak," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung