Kamis, 11 APRIL 2024 • 21:15 WIB

Soal Fasilitas Bantuan Kemanusiaan di Gaza, Presiden AS Sebut PM Israel Gak Berkomitmen!

Author

Presiden Amerika Serikat (AS), yaitu Joe Biden, dilaporkan menyebut kata kasar kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai 'orang jahat'.

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memberikan komentar terkait sikap Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, dalam persoalan fasilitas bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Jalur Gaza, Palestina.

Biden menyebutkan janji-janji yang disampaikan pemimpin Israel kepadanya, termasuk soal meningkatkan jumlah bantuan yang masuk ke Gaz dan "mengurangi secara signifikan" korban sipil di Gaza dan wilayah lain yang digempur aksi militer Israel.

Biden tidak secara terperinci menyebut wilayah yang dimaksud, namun Israel telah melancarkan serangan di Lebanon dan Suriah.

"Saya sudah blak-blakan dan terus terang kepada perdana menteri, kepada kabinet perangnya, serta kabinetnya," kata Biden seperti INDOZONE sadur dari REUTERS, Kamis (11/4/2024).

Baca Juga: Sebanyak 7 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Bus di Tol Semarang-Batang

Presiden merujuk pada peningkatan jumlah truk yang membawa bantuan kemanusiaan yang dapat memasuki Gaza baru-baru ini, namun dia mengatakan, "Itu tidak cukup."

"Perlu lebih banyak lagi, dan ada satu pembukaan lagi yang harus dilakukan di wilayah utara. Jadi kita akan lihat apa yang dia (Netanyahu, red) lakukan dalam memenuhi komitmen yang dia," sambungnya.

Suasana pasca serangan udara militer Israel di konsulat Iran, Damaskus.

Biden kemungkinan besar merujuk pernyataannya itu pada penyeberangan Erez di sepanjang perbatasan utara Gaza dengan Israel.

Gedung Putih, kantor presiden AS, mengatakan pemerintah Israel telah berkomitmen membuka perbatasan Erez bagi pengiriman bantuan.

Baca Juga: Jubir Kemen PUPR Pastikan Tol Bocimi Ruas Cigombong-Cibadak Siap Beroperasi Hari Ini

Biden memperingatkan bahwa dukungan AS di masa depan untuk perang Israel di Gaza akan tergantung pada apakah pemerintah Israel melakukan reformasi besar-besaran terkait perang yang dilancarkannya.

Peringatan tersebut muncul setelah tujuh pekerja kemanusiaan internasional tewas dalam serangan udara Israel di Gaza tengah setelah mereka selesai mengirimkan pasokan ke pusat bantuan.

Sudah lebih dari 33.500 warga Palestina tewas di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023 usai serangan lintas batas oleh Hamas, yang menewaskan kurang dari 1.200 orang di Israel.

Selain serangan militer besar-besaran, Israel juga menerapkan blokade yang melumpuhkan wilayah kantong yang berada di tepi laut itu sehingga menyebabkan penduduknya, terutama penduduk di Gaza utara, di ambang kelaparan.

Perang telah mengakibatkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara sebagian besar infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur.

Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ). ICJ sendiri telah mendesak Israel menambah upaya untuk mencegah kelaparan di Gaza.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU