INDOZONE.ID -- Mantan Bupati Purwakarta, Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, membandingkan harga beras yang tengah naik dengan harga skincare dan harga rokok.
Mengutip halaman Instagram @mimi.julid, Dedi Mulyadi mengatakan lonjakan harga beras yang naik sering di komentari setiap hari. Ia juga menilai sawah dianggap seolah-olah tidak penting dalam kehidupan.
Baca Juga: Pengemis yang Pura-pura Berkaki Buntung Akhirnya Dipulangkan
"Makan nasi yang terbuat dari beras, tapi tidak pernah menghargai sawah, tidak pernah menghargai buruh petani. Terus-terusan meminta beras harus murah," ungkapnya dikutip Indozone, Rabu (28/2/2024) sore.
Dedi meminta jangan meremehkan keadaan sawah. Karena itu menurutnya, perumahan, pabrik, toko dibangun dengan menggusur lahan sawah.
Baca Juga: Heboh Dedi Mulyadi Digugat Cerai Istri, Netizen Simpati: Semoga Masalah Pribadi Selesai
"Ini pelajaran penting kedepan bahwa jangan suka pernah meremehkan sawah, karena kalau sawah kehilangan mudahnya, maka beras akan langka," pintanya.
Meski kamu memiliki apapun di rumah, kata Dedi, hidup akan menderita. Dia pun membandingkan kenaikan harga beras sering di komentari, namun naiknya harga skincare dan rokok tidak pernah di keluhkan.
"Kalau harga beras naik ribut dunia serasa mau kiamat. Tapi harga skincare naik yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan pada diam aja, harga rokok naik diam aja," ungkapnya.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@mimi.julid