Rabu, 13 SEPTEMBER 2023 • 09:40 WIB

Rekonstruksi Pembunuhan Dosen UIN Surakarta, 22 Adegan Sadis Diperagakan

Author

Rekonstruksi pembunuhan dosen di Sukoharjo. (Z Creators/Edelweis Ratushima)

INDOZONE.ID - Jajaran Polres Sukoharjo mengadakan rekonstruksi pembunuhan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said (RMS) Surakarta, Selasa,12 September 2023.

Menurut keterangan Kapolsek Gatak, AKP Hadi Sumaryono, rekonstruksi dilakukan di tiga lokasi yang berbeda yaitu di tempat kejadian peristiwa (TKP) pembunuhan, yaitu di Perumahan Graha Sejahtera Tempel (GST), Kecamatan Gatak, Sukoharjo.

Dua lokasi lainnya di sungai Desa Blimbing (Gatak) tempat membuang barang bukti pisau, dan di lokasi areal persawahan, tempat tersangka membakar bajunya yang penuh darah setelah mengeksekusi korban Wahyu Dian Silviani (36 tahun).

"Rekonstruksi ini dilakukan untuk memperjelas tindakan tersangka terhadap korban," jelas Kapolsek AKP Hadi.

Rekonstruksi 22 adegan itu diawali saat tersangka Dwi Feriyanto (23 tahun), dan kawan-kawannya sesama tukang, sedang bekerja merenovasi rumah korban, sampai tersangka memanjat tembok, mengeksekusi korban dengan pisau, tersangka membuang pisau ke sungai, tersangka membakar bajunya, dan adegan lainnya.

''Pelaksanaan rekonstruksi ini dilakukan oleh jajaran Polsek Gatak, dibantu Polres Sukoharjo," kata AKP Hadi.

Rekonstruksi pembunuhan dosen di Sukoharjo. (Z Creators/Edelweis Ratushima)

Dari pantauan Z Creators Edelweis Ratushima di lokasi, ratusan warga menyemut di sekitar tempat rekonstruksi. Saat tersangka turun dari mobil, warga yang sudah berjubel sejak pagi tersebut, menyoraki tersangka.

Namun puluhan polisi yang berjaga di sekitar TKP, menghimbau warga untuk tertib, agar jalannya rekonstruksi berjalan lancar.

Saat rekonstruksi sudah selesai, pengacara keluarga korban, Ainul Yaqin, ngotot berharap kepada polisi agar menambahi satu adegan. Dimana saat tanggal 21 Agustus 2023, tidak ada percekcokan antara korban dan pelaku.

"Kami ingin ada satu adegan yang menerangkan di situ tidak ada korban, karena saat itu korban sedang mengikuti kegiatan di kampus dari pagi sampai sore," jelas Ainul Yaqin, pengacara.

Rekonstruksi pembunuhan dosen di Sukoharjo. (Z Creators/Edelweis Ratushima)

Sementara dari pengakuan tersangka, pada tanggal 21 Agustus jam 8.30 WIB dirinya cekcok dengan korban. Aksi pembunuhan yang diketahui pada 24 Agustus 2023 siang tersebut, dipicu sakit hati.

Tersangka mengaku sakit hati saat dikatakan korban sebagai tukang amatiran, tidak becus, tolol.

"Saya dikatakan tolol, lalu saya berniat ingin membunuhnya," kata tersangka Dwi Feriyanto, saat ditangkap polisi.

Tersangka yang tinggal di Desa Taru, tak jauh dari TKP pembunuhan (sekitar satu kilometer jaraknya), saat melakukan aksi jahatnya pada malam hari, hanya berjalan kaki dan pulangnya melewati persawahan.

Motif Pembunuhan

Rekonstruksi pembunuhan dosen di Sukoharjo. (Z Creators/Edelweis Ratushima)

Dari penyelidikan polisi, motif pembunuhan kepada Wahyu Dian Silviani karena dendam dan sakit hati. Mulanya tersangka datang bersama temannya ke rumah korban untuk mengecek hasil renovasi, Senin, 21Agustus 2023).

Namun, tersangka malah mendengar gerutuan dari korban saat mengerjakan penataan batu bata sehingga membuatnya merasa sakit hati.

 


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

Author
Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU