INDOZONE.ID - Kemacetan di Jakarta semakin parah usai polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas buntut pelaksanaan KTT ASEAN di Jakarta, tak terkecuali kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Bahkan, polisi yang bertugas tak luput dari caci maki para pengendara yang kesal akibat rekayasa lalu lintas.
Salah satu polisi yang mendapat cacian dari para pemotor adalah Kapolsek Setiabudi, Kompol Arif Purnama Oktora. Aksi pemotor memaki sang Kapolsek bahkan viral di media sosial.
Dalam akun Instagram @warungjurnalis, sebuah video memperlihatkan petugas membuka barrier disusul para pemotor yang kembali berjalan.
Sejurus kemudian saat tengah mengatur lalu lintas, sejumlah pemotor terlihat meluapkan emosinya dengan cacian ke arah Kompol Arif.
Tanpa merespons ucapan para pemotor, Kompol Arif maupun para petugas di lokasi tetap melanjutkan tugasnya mengatur lalu lintas. Peristiwa itu diketahui terjadi pada pagi hari tadi, Kamis (7/9/2023).
Baca Juga: KTT ASEAN Bikin Macet di Jakarta, Panglima TNI-Kapolri Minta Maaf
Dihubungi, Kompol Arif tak menampik adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut saat itu dirinya sedang bertugas mengatur lalu lintas terkait KTT ASEAN.
"Itu buka tutup, kita lakukan buka tutup sementara saat delegasi melintas," kata Kompol Arif saat dihubungi wartawan, Kamis (7/9/2023).
Terkait dengan ungkapan cacian yang ditujukan kepadanya dari para pemotor, Arif tidak mempersoalkan. Dia mengaku hanya fokus untuk menjalankan tugas.
"Fokus kami adalah melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas dengan adanya kegiatan KTT ASEAN," ungkapnya.
Lebih jauh, Kompol Arif menyebut jika pengalihan arus lalu lintas yang dilakukan oleh Polri tidak bermaksud untuk menyusahkan masyarakat.
Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu atas rekayasa lalu lintas ini.
"Buka tutup dilakukan untuk memastikan jalannya KTT ASEAN lancar. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah tertib. Kami juga meminta maaf jika buka tutup menimbulkan sedikit kemacetan," pungkasnya.
Writer: Putri Octavia Saragih
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: