Wali Kota Medan, Bobby Nasution menanggapi video yang memperlihatkan sejumlah fasilitas umum rusak di kawasan Lapangan Merdeka yang menyertakan narasi 'kek ginilah Medan.' Ia mengatakan masyarakat sangat wajar merasa kecewa saat fasilitas umum rusak, namun tetap harus bersabar karena Pemerintah Kota (Pemko) pasti akan memperhatikan.
"Masyarakat Medan wajar dan boleh marah pada kami tapi sabar, sabar ini baru perencanaan. Hari ini nggak mungkin besok dikerjakan karena ini kami kerjanya bukan pakai uang pribadi kami. Ini kerjanya pakai uang masyarakat Kota Medan," katanya seperti yang dikutip Indozone, Kamis (11/11/2021).
Ia menjelaskan Pemko Medan telah merencanakan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan. Dimana surat keputusan (SK) penetapan Lapangan Merdeka sebagai cagar budaya telah dibuat.
"Sudah dibuatkan SK-nya bukan di Lapangan Merdeka tapi ada beberapa titik yang kita tetapkan sebagai cagar budaya. Hari ini, kawasan Lapangan Merdeka yang kita tahu mungkin masih ada yang sebagian difungsikan untuk ke fungsi yang lain, namun itu kita pahami, kita tetap mematuhi aturan hukum," jelasnya.
Ia pun memastikan fasilitas umum yang rusak akan diperbaiki saat revitalisasi Lapangan Merdeka. Menurutnya, perbaikan bakal dilakukan sekaligus.
"Nggak mungkin kita mau ngelakuin suatu pekerjaan nggak ada rencana, main bangun-bangun aja. Rencana besarnya kan sudah terlihat. Janganlah rencana besarnya sudah kita perlihatkan namun memang belum dilaksanakan pengerjaan secara fisiknya, ditanyanya hal-hal yang kecil, ngapain lagi. Nanti kalau kursinya sekarang diganti, tahun depan diganti lagi. Kami yang kena lagi gitu," ujarnya.
Tak hanya itu, menantu Presiden Jokowi ini bahkan telah meminta Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman, bertemu para pedagang di Merdeka Walk. Dia mengklaim para pedagang telah setuju direlokasi.
"Mereka sudah mau untuk pindah, sekarang yang perlu kita alokasikan tempat pindah mereka ke mana. Itu juga sudah ada alokasinya, tempatnya untuk di Warenhuis dan sekitarnya," ucap Bobby.
Oleh karena itu ia meminta semua pihak bersabar. Dia mengatakan rencana revitalisasi bakal dilakukan tahun depan.
Sementara itu, melalui unggahan story di akun Instagram pribadinya, Ghandy Mohammad, pria di balik video ‘kek ginilah Medan’ mengaku video kritik tersebut tidak hanya ditujukan untuk Pemko Medan tetapi untuk seluruh masyarakat Kota Medan.
"Video 'kek ginilah Medan; bukan cuma ditujukan ke Pemko, Tapi juga ke seluruh warga Medan agar sama-sama menjaga fasilitas yang ada. Tidak mencoret-coret, merusak, bahkan mencuri fasilitas. Terima kasih atas respon baiknya Pak Bobby," pungkasnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: