Iran memulai latihan tempur besar-besaran pada Minggu (7/11/2021), menjelang perundingan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Dengan mengerahkan segenap kekuatan tempurnya, militer Iran menyatakan siap menghadapi Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang merupakan musuh bebuyutan mereka.
"Angkatan Bersenjata Iran selalu siap melakukan konfrontasi strategis, operasional, dan taktis, dengan tujuan menjaga keamanan, stabilitas, dan integritas teritorial Iran melawan koalisi musuh, khususnya koalisi AS dan Zionis Israel," kata Komandan Markas Pusat Khatam-al Anbiya Iran, Mayor Jenderal Gholam Ali Rashid, dikutip dari Russia Today, Senin (8/11/2021).
Dia menekankan, militer Iran telah menguasai seluruh komponen kekuatan dan terbiasa menggunakannya selama perang Iran-Irak. Karena itu, dia memperingatkan musuh untuk menahan diri dari menguji kekuatan Angkatan Bersenjata Iran dan Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guards Corps /IRGC).
"Kami akan merespons dengan tegas segala bentuk ancaman oleh kekuatan mana pun, di tingkat mana pun, dari negara mana pun," kata Jenderal Rashid dilansir Farsnews.
Dia menjelaskan, latihan perang besar-besaran dengan sandi Zolfaqar 1400 akan melibatkan seluruh pasukan yang dimiliki Teheran. Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Pertahanan Udara, serta IRGC.
Beragam alat utama sistem senjata (alutsista) Iran juga akan dilibatkan, termasuk berbagai pesawat tanpa awak kelas tempur dan pengintai. Area latihan juga akan membentang seluas satu juta kilometer dari bagian timur Selat Hormuz ke bagian utara Iran, termasuk Laut Arab dan Laut Merah.
Artikel Menarik Lainnya :
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: