Selasa, 23 JUNI 2026 • 09:56 WIB

Bukan Cuma soal Energi, Kolaborasi Kemnaker-Pertamina Cetak SDM Unggul dan Ahlik K3

Author

Kolaborasi Kemnaker-Pertamina cetak SDM unggul dan ahli K3 (Dok. Biro Humas Kemnaker)

INDOZONE.ID - Di tengah persaingan dunia kerja yang makin ketat, kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia.

Pemerintah pun mulai mendorong kolaborasi yang lebih serius dengan dunia industri agar tenaga kerja Indonesia tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing di level global.

Langkah itulah yang kini diperkuat lewat kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan PT Pertamina (Persero). 

Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan SDM dan pelatihan vokasi, khususnya di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Program Ketenagakerjaan dan Pendayagunaan SDM antara Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Direktur SDM PT Pertamina (Persero) Andy Arvianto.

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelatihan Vokasi Bidang K3 antara Direktorat Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker dengan Pertamina Corporate University di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Kemnaker Raih Predikat AA dari ANRI, Nilai Kearsipan Nasional Meningkat pada 2026

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (Dok. Biro Humas Kemnaker)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai peningkatan kualitas tenaga kerja tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah. 

Menurutnya, dunia usaha punya peran penting agar kompetensi pekerja sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Menaker Yassierli mengatakan, kerja sama dengan Pertamina menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional, terutama melalui pelatihan vokasi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan industri.

Ia berharap sinergi ini mampu melahirkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dunia kerja yang terus berkembang.

Tak hanya itu, Yassierli juga mendorong Pertamina menjadi contoh dalam pengembangan SDM, hubungan industrial, hingga penyiapan future skills atau keterampilan masa depan.

"Kami ingin banyak cerita keberhasilan lahir dari Pertamina, termasuk dalam penguatan hubungan industrial dan pengembangan kompetensi SDM," ujar Yassierli.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan menjadi salah satu kunci dalam mencetak tenaga kerja yang sesuai dengan standar industri.

Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya menyediakan tempat belajar kerja, tetapi juga harus aktif membangun sistem pelatihan dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

Baca juga: Buruan Daftar! Kemnaker Siapkan 30 Ribu Kuota Pelatihan Kerja Gratis Tahun 2026

Kolaborasi Kemnaker-Pertamina cetak SDM unggul dan ahli K3 (Dok. Biro Humas Kemnaker)

Di sisi lain, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan bahwa keberhasilan operasional perusahaan energi sebesar Pertamina sangat bergantung pada kualitas SDM yang menjalankan seluruh proses bisnisnya.

Apalagi, tuntutan menjaga ketahanan energi nasional semakin besar dari waktu ke waktu.

Oki menjelaskan, setiap hari ratusan ribu pekerja di lingkungan Pertamina Group terlibat langsung dalam menjaga kelancaran distribusi dan produksi energi nasional. 

Karena itu, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang bukan hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki disiplin tinggi dan budaya keselamatan kerja yang kuat.

"Di Pertamina Group, keberhasilan operasi dimulai dari SDM yang mengawakinya. Mereka memastikan seluruh proses berjalan aman, produktif, dan berkinerja tinggi," kata Oki.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule berharap kerja sama ini bisa menjadi awal lahirnya pusat pengembangan kompetensi keselamatan kerja berstandar nasional bahkan regional.

Menurut Iriawan, kolaborasi antara Pertamina dan Kemnaker juga berpotensi diperluas ke berbagai sektor lain, mulai dari pengembangan talenta industri, digitalisasi, hingga transisi energi menuju visi Indonesia Emas 2045.

"Saya ingin sinergi ini menjadi tonggak penting dalam membangun SDM Indonesia yang unggul, memperkuat budaya keselamatan kerja, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pembangunan nasional," tutur Iriawan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Biro Humas Kemnaker

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU