INDOZONE.ID - Jumlah warga terdampak gempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) lalu, terus bertambah.
Berdasarkan data yang diperbaharui Rabu (17/6/2026) malam, tercatat 2.012 kepala keluarga atau 6.458 jiwa terdampak.
Warga terdampak tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Sigi (1.991 KK atau 6.418 jiwa), Kabupaten Parigi Moutong (21 KK atau 40 jiwa).
Kabupaten Sigi menjadi area paling terdampak parah dari sisi jumlah korban. Selain itu, warga di Kota Palu, Donggala, Poso, juga terdampak.
Baca juga: Brak! Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Aparat Dihujani Lemparan Batu
"Data terdampak di wilayah lainnya masih terus diperbarui seiring berlangsungnya asesmen lapangan," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Gempa Palu mengakibatkan 1 orang tewas, 15 luka berat dan 64 luka ringan. Saat ini, menurut Muhari, seluruh data korban masih dalam proses verifikasi dan pembaruan.
Di lapangan, otoritas terakit menemui sejumlah kendala dalam proses penanganan darurat.
Di Kabupaten Poso, misalnya, akses jalan menuju Kecamatan Lore Utara belum dapat dijangkau.
Baca juga: Detik-detik Eksekusi Hotel Sultan di Area GBK, Massa Gelar Demo Penolakan!
Hal ini mengakibatkan asesmen dan pendataan dampak di wilayah tersebut belum dapat dilakukan secara optimal.
Untuk penanganan bencana, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan status tanggap darurat.
Hal itu ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 300.2.1/199/BPBD-6-ST/2026. Masa tanggap darurat ditetapkan selama tujuh hari, 17-23 Juni 2026.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sigi tengah mempersiapkan penetapan status darurat selama 14 hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BNPB