INDOZONE.ID - Bos kartel narkoba asal Australia, Angelo Pandeli berhasil diamankan saat berada di Bali.
Detik-detik penangkapan Angelo cukup dramatis, lantaran Angelo mengecoh menggunakan identitas palsu hingga mengumpat di toilet pesawat
Bermula pada Sabtu, 6 Juni malam, sekitar pukul 22.00 WITA, petugas melakukan pemeriksaan keimigrasian keberangkatan pesawat privat Capa Jet dengan nomor penerbangan N917CJ dengan rute Denpasar - Maputo, Mozambik, bertempat di Terminal Selatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Baca juga: Operasi Kejar Bos Kartel di Sinaloa Meksiko Berujung Baku Tembak, 11 Tersangka Tewas
Pesawat tersebut diketahui membawa tiga awak yaitu captain Jagat Singh Yadav dari India, capten Cristiano Rosa dari Italia, F/A Svetlana Isaeva dari Rusia serta empat orang penumpang, yaitu Antonio Ricardo Resendes Silva Da Costa dari Portugal, George Anderson Mota Correia dari Brasil, Giorgio Sciarretta dari Italia dan Fernando Martins Junior dari Brasil.
"Saat dilakukan pemeriksaan dokumen perjalanan, verifikasi izin tinggal serta pencocokan identitas dengan penumpang terhadap Antonio Ricardo Resendes Silva Da Costa, Giorgio Sciarretta dan Fernando Martins Junior tidak ditemukan permasalahan. Dokumen perjalanan, identitas serta izin keimigrasian ketiganya sesuai dengan data yang tercatat pada sistem keimigrasian," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Kejanggalan mulai ditemukan saat memeriksa George Anderson Mota Correia. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada sistem keimigrasian tidak ditemukan data perlintasan masuk maupun izin tinggal di wilayah Indonesia.
"Berdasarkan hasil koordinasi antara Supervisor Terminal Selatan dengan Kepala Seksi Pemeriksaan II, diputuskan agar terhadap George Anderson Mota Correia dilakukan penundaan keberangkatan dan pendalaman lebih lanjut, sedangkan terhadap ketiga penumpang lainnya dapat dilanjutkan proses pemeriksaan keberangkatannya sesuai ketentuan yang berlaku," ucapnya.
Pesawat Mencoba Terbang
Keempat penumpang tersebut masuk ke pesawat tanpa izin dari petugas pemeriksa. Pesawat tersebut terindikasi akan lepas landas.
"Pada saat petugas berupaya melakukan pengecekan dan meminta klarifikasi kepada seluruh penumpang, pesawat tetap bersiap untuk melakukan keberangkatan dan tidak mengindahkan arahan petugas pemeriksa yang sedang menjalankan proses pemeriksaan keimigrasian," kata Eko.
Singkat cerita, otoritas bandara kemudian memberi perintah untuk pesawat kembali dari area runway menuju Terminal VIP. Setibanya di Terminal VIP, petugas kembali melakukan pemeriksaan penumpang.
Baca juga: Misi Militer Tumpas 'El Mencho': Bos Kartel Paling Diburu Meksiko Tewas dalam Baku Tembak
Angelo Sembunyi
Di kabin pesawat, petugas hanya melihat tiga penumpanh dari sebelumnya berjumlah empat orang. Saat dicari lebih lanjut, Angelo ternyata bersembunyi di toilet pesawat.
"Selanjutnya yang bersangkutan diamankan dan dikeluarkan dari pesawat untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut," katanya.
Hasil pengecekan, paspor George Anderson Mota Correia bukan milik Angelo. Sedangkan hasil pengecekan sistem dan kanal kerja sama internasional dengan hasil identitas tersebut terdeteksi HIT Interpol Blue Notice dengan skor kecocokan 100.
"Atas temuan tersebut, Seksi Pemeriksaan II mengambil tindakan penundaan keberangkatan, melakukan koordinasi dengan Bidang Inteldakim dan Bareskrim Polri," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan