Rabu, 03 JUNI 2026 • 17:30 WIB

3 Kru Kesenian Sisingaan Tewas karena Kesetrum, Polres Metro Bekasi Turun Tangan

Author

Ilustrasi tersengat listrik. (Pixabay)

INDOZONE.ID - Polres Metro Bekasi melakukan penyelidikan kecelakaan yang menyebabkan tiga kru kesenian Sisingaan asal Kabupaten Subang meninggal dunia

Ketiganya meregang nyawa karena terkena sengatan listrik saat menghadiri hajatan warga di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa 2 Juni 2026.

Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi Sumarni, di Cikarang, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan rumah sakit untuk menangani para korban.

"Tim Inafis Polres Metro Bekasi juga telah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan petunjuk dan bukti awal di lokasi kejadian," kata Sumarni, seperti INDOZONE sadur dari Antara, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Kronologi Pembunuhan WNA Korsel di Bekasi: Diotaki Mantan Istri!

Ia mengatakan penyebab pasti peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, korban tersengat aliran listrik dari kabel jaringan yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

"Polisi masih mendalami keterangan para saksi serta hasil olah TKP guna memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut," katanya.

Berdasarkan keterangan awal, insiden bermula saat salah satu personel yang berada di atas kendaraan pengangkut sistem suara diduga berupaya mengangkat kabel listrik yang melintang di jalur arak-arakan.

Korban kemudian tersengat listrik dan arus diduga merambat ke sejumlah kru lain yang berada di sekitar kendaraan pengangkut sistem suara berbahan besi tersebut.

Baca juga: Balita 2 Tahun di Bekasi Tewas Ditikam 32 Tusukan, Motif Pembunuhan Hanya karena Game

Akibat kejadian itu, tiga orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka bakar. Korban meninggal dunia masing-masing Galang (18), Juhan (20), dan Rinto (29). Sementara korban luka yakni Rizal (18) dan Rizki (22). Seluruh korban merupakan warga Kabupaten Subang.

Menurut Sumarni, Rizal mengalami luka bakar pada kaki, sedangkan Rizki mengalami luka bakar pada kaki dan kepala. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di RS Radjak Cibeureum, Cikarang Utara.

"Saya menjenguk korban untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan medis yang diperlukan," katanya.

Salah seorang kru Sisingaan, Enting (84), mengatakan para korban merupakan pemain bagian catrik yang bertugas menari sekaligus membantu kelancaran arak-arakan, termasuk menarik kendaraan pengangkut sistem suara dan kru gamelan.

"Saya mendengar ada ledakan. Saya langsung loncat ke belakang, tidak tahu ternyata sudah banyak yang jatuh," katanya.

Ia mengatakan dalam arak-arakan tersebut terdapat 11 sisingaan yang diturunkan. Setiap Sisingaan diusung oleh empat orang dan diikuti sejumlah kru pendukung serta penabuh gamelan.

Menurut saksi mata sekaligus anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Desa Mekarmukti, Pitung (70), peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat rombongan melintasi Jalan Kampung Cibeureum.

Di salah satu tikungan, terdengar suara ledakan dari bagian belakang iring-iringan. Ledakan diduga berasal dari kabel listrik yang menjuntai rendah di lokasi tersebut.

"Sebelumnya rombongan sempat beristirahat. Setelah Ashar kegiatan dilanjutkan dan saat hendak kembali ke rumah pemilik hajat khitanan, ada pemain yang terkena kabel listrik," katanya.

Setelah satu pemain tersengat listrik, beberapa pemain lain turut menjadi korban. Pitung memperkirakan terdapat sekitar tujuh orang yang tersengat dan terjatuh dari kendaraan pengangkut sistem suara.

"Ada sekitar tujuh orang yang jatuh. Satu diduga meninggal dunia di lokasi, sedangkan yang lain tidak sadarkan diri. Kami langsung menghubungi ambulans desa untuk membawa mereka ke rumah sakit," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU